Istimewa
JOGJA – Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo dipastikan memberikan harapan baru bagi perluasan aktivitas perekonomian di DIJ. Keberadaan bandara tersebut akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Demikian penjelasanKepala Perwakilan Bank Indonesia DI Jogjakarta Budi Hanoto dalamGrebeg UMKM Bank Indonesia dalam rangka menyambut bandara baru New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Jogja Expo Center (JEC). Kegiatan ini diselenggarakan sejak2 hingga 4 Desember hari ini.
Untuk memaksimalkan potensi itu, tegas Budi, Yogyakarta perlu mempersiapkan diri di segala aspek. Terkecuali peningkatan peran UMKM.
“Lewat event Grebeg UMKM ini, kita kumpulkan UMKM untuk dipersiapkan menyosongsong bandara baru. Nantinya diharapkan dengan bandara baru, tamu banyak yang datang dan produk siap berdaya saing global,” katanya.
Budi menambahkan, peningkatkan peran dan kualitas UMKM nantinya dapat membuka peluang dan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat yang terkena dampak dari pengalihan fungsi lahan untuk pembangunan bandara.
“Kita dorong UMKM untuk menghasilkan produk kreatif yang bernilai tinggi dan berstandard internasional untuk menyambut para wisatawan yang akan datang,” ujar Budi.
Selama tiga hari penyelenggaraan, Grebeg UMKM Bank Indonesia dihadiri sekitar dua ribu pengunjung.
Sebanyak tujuh puluh UMKM berkategori premium ditampilkan. Produk-produk unggulan itu berasal dari Jogjakarta.
Tak hanya pameran produk UMKM. Kegiatan ini juga disemarakkan seminar, talkshow, dan bisnis konseling.
“Produk unggulan yang dipamerkan di Grebeg UMKM ini sudah melalui penyeleksian dari tim kurator. Produk yang dipamerkan ini merupakan produk premium yang memiliki potensi untuk berdaya saing global,” jelas Budi. (amd)