JOGJA- Duka mendalam tampak pada wajah Angger, anak dari korban longsorSoebardjono danAmbar Tri Lestari.Angger tergabung dalam skuad muda Laskar Mataram sejak usia 15 tahun. Mengetahui kedua orang tuanya meninggal dunia, sontak lini massa media sosial banjir ungkapan duka bagi pemain berposisi sebagai gelandang ini. Seperti akun twitter @BomberJogja yang berkicau menyampaikan ucapan duka. “Talenta muda asal Jlagran ini sekarang harus menjalani hidupnya tanpa kedua orang tua. Semoga sukses ngger!!! Seng tabah…”

Angger menuturkan ada satu hal yang masih mengganjal saat ini, yakni kegagalannya membawa PSIM U-17 menjuarai Piala Soeratin zona DIJ. Kala itu, PSIM U-17 kalah melawan PSS Sleman U-17. Padahal, di laga final tersebut sang ayah ingin dia tampil di final. “Niat mau nonton kalau laga final. Namun PSIM U-17 gagal jadi keinginan bapak menyaksikan saya gagal,” jelas siswa kelas XI SMKN 3 Jogja.

Dia masih ingat betul bagaimana orang tuanya mendukung dirinya berkarir dalam sepak bola. Bahkan saat masih berseragan Gama, sang ayah kerap kali mengatarkannya berlatih.
“Saat saya berkostum PSIM, ayah mengucapkan selamat dan sangat senang. Dia pun berharap saya bisa berkostum tim senior PSIM nantinya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku tidak menaruh firasat apapun bila kedua orang tuanya dan keponakannya akan pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Ketika itu, dia tidak sempat berbicara dengan sang ayah.
“Seharian saya tidak ngomong dengan bapak karena cuma tidur-tiduran di kamar,” jelasnya.

Dia pun baru mengetahui kabar meninggalnya kedua orang tua sekitar pukul 12.30. Ketika itu, gurunya di SMKN 3 Jogja memberi kabar adaya bencana tersebut. “Tentu sedih dan sangat kaget,” jelasnya.

Tidak ingin larut dalam kesedihan, anak kedua dari tiga bersaudara ini berjanji akan menggapai cita-cita seperti yang diharapkan oleh kedua orang tuanya. Dia akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa berkostum PSIM Jogja. “Tentunya akan terus berlatih. Semoga saya bisa membanggakan almarhum bapak dan ibu,” ujarnya. (bhn/ila/ong)