RADARJOGJA.CO.ID – Tak semua pelaku usaha kecil menengah atau industri rumahan di Jogjakarta sudah melek teknologi informasi (TI). Kebanyakan diantara mereka masih menggunakan cara konvensional dalam mengelola dan memasarkan produk buatannya. Padahal, kemajuan TI semestinya dapat merangsang sekaligus memudahkan para pelaku UKM dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.

“Para pelaku usaha yang mau memanfaatkan TI dipastikan usahanya akan semakin maju dan berkembang,” kata Dosen Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta, Eko Aribowo kepada Radar Jogja Online, Rabu (29/11).

Untuk membantu para pelaku UKM/industri rumahan di Provinsi DIJ melek TI, UAD menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pelatihan yang diselenggarakan di Kampus 3 UAD tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA).

Materi pelatihan yaitu pengenalan TIK, mencari informasi menggunakan internet, menghitung biaya usaha, pemasaran melalui media sosial, pembuatan brosur sederhana, membuat korespodensi, profil usaha, dan pembuatan proposal pengajuan kebutuhan dana.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan kemampuan para pelaku UKM dalam memanfaatkan TIK,” terang Eko Arbowo.

Pelaku usaha yang mengikuti pelatihan ini ada sebanyak 180 orang. Karena keterbatasan tempat, pelatihan pun dibagi dua tahap dan masing-masing peserta mengikuti pelatihan selama 2 hari.

Selain di UAD, pelatihan yang sama juga diselenggarakan di UTY, Universitas Respati, STMIK Amikom, dan UAD. “Total peserta se-DIJ sebanyak 633 orang. Mereka berasal dari Kabupaten Sleman, Jogja, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. (mar)