Foto: istimewa

SLEMAN – Hujan sedari pagi di bumi Jogjakarta berdampak pada kabupaten dan kota. Kepala Kelompok Informasi dan Data Statisun Klimatologi BMKG DIJ Djoko Budiono menuturkan hujam tergolong kategori sangat lebat. Mencapai curah hujan 100 mm, kondisi ini merata hampir di seluruh wilayah DIJ.
Penyebab dari hujan ini adalah bibit dari badai siklon tropis Cempaka. Berdasarkan pengamatan BMKG bibit siklon terdapat di dua titik. Pertama selatan kawasan DIJ dan selatan Cilacap.
“Badai Cempaka di selatan perairan Jawa mengakibatkan adanya pergerakan ke arah timur alhasil menciptakan awan hujan yang cukup lebat. Tergolong sangat lebat curah hujannya, ” jelasnya.
Berdasarakan pantauan Radar Jogja, sejumlah titik di Kawasan Sleman terlanda hujan deras. Dampaknya beberapa titik mulai tergenang air. Seperti jalan Laksda Adisoetjipto depan Hotel Royal Ambarrukmo, depan Transmart Maguwoharjo hingga kawasan seputar Jembatan Jombor.
Meski tergolong deras, hujan tidak berdampak signifikan terhadap kawasan Puncak Gunung Merapi, tadi pagi. Camat Cangkringan Edi Hermana menuturkan kondisi wilayahnya landai. Bahkan hanya terjadi hujan gerimis.
“Kondisi aliran sungai yang berhulu dari Puncak Merapi masih aman. Hanya hujan gerimis saja dan tidak deras,” terangnya. (dwi)