Yang Serius, Pendapatannya Melebihi Gaji Anggota DPR

Jika ke Jalan Serayu Raya RW 2 Menowo, Kedungsari, Kota Magelang, kita akan menemukan Kampung Blogger, Kampungnya Pebisnis Online. Apa yang dikerjakan warga di sini ?
ADIDAYA PERDANA, Magelang
Nama asli kampung ini Menowo, Kelurahan Kedungsari. Namun di dunia maya, lebih dikenal sebagai Kampung Blogger. Tempat itu digunakan sebagai pusat pembelajaran tentang bisnis online oleh warga dan para tamu.
Sekilas memang tidak ada yang menonjol di kampung tersebut. Namun jangan salah, para pebisnis online yang ada di sana bisa memiliki pendapatan per bulan melebihi anggota DPR! Ini serius !
Padahal, yang mereka lakukan setiap hari hanya di depan komputer dengan jam kerja yang fleksibel.”Saya melihat bisnis online ini merupakan sebuah peluang bagus untuk jangka panjang,” ujar Agung Supriyanto, salah seorang warga Kampung Blogger kemarin (22/11).
Sejatinya, Agung merupakan pekerja swasta di sebuah hotel. Baru seminggu ini dia nyambi belajar bisnis online di Kampung Blogger. Rasa penasaran membuat dirinya ingin mengetahui lebih dalam soal bisnis online.”Sampai bisa, itu membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan. Kuncinya bekerja secara telaten dan memang bertahap,” kata Agung.

Selain Agung, ada beberapa pelaku bisnis online lain yang aktif di Kampung Blogger. Mereka memang hanya duduk di depan komputer dengan jam kantor yang tidak menentu. Meski demikian, penghasilan yang didapat bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Kampung Blogger ini awalnya dirintis warga Sumbodo Malik sekitar 2008 silam. Meskipun tidak memiliki kemampuan akademis di bidang teknologi, dia mencoba belajar tentang bisnis online. Bekalnya dari sebuah buku tentang bisnis online.
Sebelumnya, Sumbodo dikenal dengan usaha jasa tentang peralatan-peralatan komputer. Dengan telaten dia mencoba mencari keberuntungan untuk terjun ke bisnis online. Awalnya hanya dengan blog dan mengajukan ke perusahaan tentang paid to review. Dia tetap menekuni usaha ini meskipun pendapatannya awalnya hanya ratusan ribu saja.

Hingga kemudian pendapatannya terus meningkat. Tidak mau ilmu yang dia tekuni hanya untuk diri sendiri, akhirnya dia membagikan kepada rekannya. Memang tidak semua langsung tertarik dan bergabung. Ada temannya yang tidak berminat dan masih ada yang tetap bergabung.

Suatu ketika, komunitas pebisnis online ini membuat grup di media sosial dengan nama Kampung Blogger. Dari situ, ternyata respons berbagai orang dari Nusantara berminat untuk bergabung. Ada yang belajar melalui online. Tetapi, ada juga yang langsung bertatap muka.
Nah, mulai 2010 Kampung Blogger ini semakin dikenal. Pengelola pun merasa kewalahan dengan semakin banyak orang yang bergabung. Hingga kemudian, dipilihlah Menowo, tempat tinggal Sumbodo sebagai markas. “Sampai saat ini, orang yang belajar bisnis online di sini tidak diketahui pasti jumlahnya. Tapi bisa mencapai ribuan orang. Mereka datang dari berbagai daerah mulai Aceh hingga Papua,” jelas Ketua Kampung Blogger WSU Tomo.

Meski jumlahnya mencapai ribuan, tidak semuanya belajar langsung bertatap muka. Ada ratusan orang saja yang belajar langsung di Kampung Blogger. Di antara mereka ada yang mulai dari nol dan sudah ada yang paham soal internet.”Di Kampung Blogger ini, pekerjaannya ya hanya nge-blog. Jualan online, pembuatan konten pesanan dan lainnya,” jelas Tomo.

Sebelum ngeblog, para pelaku bisnis ini harus mematangkan terlebih dahulu konsep website-nya. Setelah melalui riset yang mendalam dan sudah ditentukan konsep jualannya, maka kemudian tinggal langkah mencari uang. Langkah ini ada berbagai cara.”Bisa paid to review, cost per klik, paid to klik, cost per klik, afiliasi, program iklan (adsense,) Forex, dan lainnya,” jelasnya.

Dari situ, pada pebisnis bisa menerima pendapatan yang beragam. Mulai dari ratusan ribu rupiah saja, hingga ratusan juta rupiah. Itu tergantung pada pebisnis mau menjalankan yang mana. Mereka yang belajar di Kampung Blogger tidak hanya pemuda saja. Tetapi orang tua dan ibu-ibu. “Besar kecilnya pendapatan tergantung keuletan, latar belakang (website). Tergantung mau melakukan teknik yang mana, mau up date tidak,” ungkapnya.

Di Kampung Blogger, konten website-nya lebih banyak menggunakan Bahasa Inggris. Ini karena peluang mendapatkan pundi – pundi dolarnya dinilai lebih besar. Selain itu, perusahaan di luar negeri juga dinilai lebih sadar untuk beriklan di media.”Dari kami yang penting itu mengarahkan orang untuk mandiri. Mulai dari riset sendiri, konsep yang jelas, hingga upload,” urainya.

Selain bisnis online seperti di atas, pihaknya juga menggandeng para UKM. Mereka bisa memasarkan produknya melalui website yang disediakan Kampung Blogger. Produk yang ditawarkan tidak akan dipungut biaya.

Dengan adanya Kampung Blogger, enurut Tomo jumlah pengangguran di sekitarnyamenjadi berkurang. Pemanfaatan teknologi dinilai juga lebih bagus. Ia pun membuka diri bagi siapa pun yang mau belajar bisa datang langsung.”Atau melalui online,” jelasnya.(din/ong)