JOGJA – Kecepatan rata-rata yang pas bagi keselamatan berkendara di jalanan Jogjakarta yakni 50 kilometer per jam.

“Ukuran kecepatan tersebut disesuaikan dengan kondisi jalanan di DIJ yang umumnya padat dan sempit,” ujar Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Latief Usman.

Latief mengungkapkan, Direktorat Lalu Lintas Polda DIJ terus memutar otak guna menekan tingginya angka kecelakaan di DIJ. Salah satunya dengan menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIJ untuk turut serta menyosialisasikan kampanye keselamatan berkendara.

Dia menyebut aparat kepolisian memiliki keterbatasan untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada pengguna jalan. Harapannya melalui komunitas motor yang ada di Jogjakarta, upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di DIJ bisa dilakukan.

“Kami tidak mampu menyosialisasikan keselamatan sendiri. Dengan menggandeng komunitas yang biasa berada di jalan sasarannya akan sangat tepat,” kata Latief di Kantor Ditlantas Polda DIJ, Kamis (23/11/2017).

Dia memaparkan, selama empat tahun berturut-turut, angka kecelakaan di DIJ mengalami kenaikan cukup signifikan. Di 2014, terdapat 3.199 angka kecelakaan dengan jumlah korban meninggal sebanyak 290. Angka kecelakaan meningkat 723 kasus pada 2015 menjadi 3.922, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 352 orang.

Sementara di 2016, sebutnya, memang mengalami penurunan menjadi 3.235. Namun secara jumlah korban meninggal mengalami peningkatan secara kuantitas. “Yang meninggal sebanyak 392 orang pada 2016,” paparnya.

Sementara tahun ini, sampai semester pertama, jumlah kecelakaan sebanyak 1.775 kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 220 orang.

Melihat fenoma kecelakaan yang terjadi di DIJ, maka diperlukan kesadaran bersama untuk membangun budaya keselamatan di jalan menjadi satu kebutuhan bagi komunitas otomotif. Komunitas otomotif, lanjutnya, bisa memberikan contoh yang tepat mengenai kecepatan berkendara di jalanan Jogjakarta.

Guna menyosialisasikan keselamatan berkendara kepada para pengguna jalan, Polda DIJ akan menggelar apel besar komunitas otomotif 2017 di Stadion Maguwoharjo Sabtu (25/11/2017). Nantinya, akan 148 klub motor dengan jumlah anggota 1567 peserta akan hadir.

“Mereka (komunitas otomotif) sudah kami bekali aturan tertib lalu lintas,” katanya.

Ketua IMI DIJ Eka Sulistiyana mengapresisasi langkah Ditlantas Polda DIJ melakukan kerja sama menekan angka kecelakaan dengan para komunitas otomotif. Dalam anggaran rumah tangga IMI, tercantum poin yang berisi membantu tertib lalu lintas guna menekan angka kecelakaan.

“Nantinya kami akan berikrar bersama di depan Kapolda DIJ untuk selalu tertib di jalan raya,” jelasnya. (bhn/ila)