SMAN 11 Jogja sukses menggelar Ecovolution #6. Acara ini untuk mengapresiasi Pentas Seni (Pensi) sekolah. Dengan konsep simple, acara ini dipersembahkan untuk pelajar SMAN 11 Jogja, digelar Sabtu (18/11/2017)

“Kenapa event-nya itu konser? Karena kami ingin membuat sesuatu yang bisa dikenang. Bisa mengharumkan nama sekolah,” kata Ketua Ecovolution #6 Rizqi Ramadhan.

Rama, sapaan Rizqi Ramadhan, mengatakan event tersebut spesial dipersembahkan untuk pelajar SMAN 11 Jogja. “Tahun lalu kami membuat acara spesial persembahan untuk guru. Kali ini spesial untuk murid,” ujar Rama.

Harga tiket untuk umum berbeda dengan tiket untuk pelajar SMAN 11 Jogja. Digelar di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM.

Acara tersebut sudah digelar sejak 2011. Selalu menyuguhkan konsep berbeda. Pada 2015, diadakan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dengan guest star Anji.

Tahun ini, panitia mendatangkan guest star HiVi. “Pemilihan guest star melibatkan teman-teman juga. Guest star ini hasil dari vote satu sekolahan,” ujar Rama.

Kali ini Ecovolution juga memamerkan karya ekstrakulikuler (ekskul). “Ada Taekwondo, Bahasa Jepang, dan ekskul lain yang kami pamerkan di gedung sebelah PKKH UGM. Agar SMAN 11 Jogja lebih dikenal,” ungkap Rama.

Sebelum HiVi tampil, pemenang lomba band SMAN 11 Jogja membuka acara. “Yang menang kami beri kesempatan tampil di Ecovolution #6,” ujar Rama.

Ditampilkan pula ekskul paduan suara, teater, karawitan, dan Eleven Band. Dilanjutkan penampilan Illona yang saat ini sedang naik daun dan ditunggu penonton.

Selanjutnya penampilan Waza dan Eleven Contemporer. Acara ditutup HiVi, Band asal Jakarta yang sukses menghibur penonton. Teriakan penonton terdengar ketika Neida dan Ilham mulai menyanyikan lagu terbaru HiVi Remaja.

Ecovolution #6 dipersiapkan sejak Maret 2017. Panitia tidak lepas dari kendala. Sempat membuat panitia pesimistis acara mereka akan sukses.

“Waktu itu kendalanya adalah soal izin sekolah. Sekolah khawatir kalau acara ini gagal,” kata Rama.

Sebagai ketua, Rama tidak mau acara tersebut gagal dan menyemangati tim. Sebenarnya yang bertugas menjadi ketua pelaksana murid kelas 12. Namun karena sibuk menjelang Ujian Nasional, Rama mengambil alih dan berupaya menjalankan acara ini.

“Acara ini adalah acara bersama untuk sekolah. Jadi harus tetap terlaksana,” ujar Rama ditemui di sela kesibukannya mengawasi jalannya acara. (sde/iwa)