RADARJOGJA.CO.ID – BCA berkomitmen menumbuhkembangkan potensi pariwisata di Indonesia. Dengan prinsip geopariwisata, yakni pelestarian alam dan pemanfaatan bagi masyarakat, BCA memberikan pendampingan potensi pariwisata alam di Desa Ngadimulyo, Temanggung, Jawa Tengah.

Berkolaborasi dengan Spedagi dan Komunitas Mata Air, bank ini memberi pendampingan terhadap pendirian Pasar Papringan Ngadiprono yang memanfaatkan kebun bambu menjadi pasar produk-produk artisan lokal. BCA berkeinginan melanjutkan dengan mendorong penggalian potensi pariwisata di Desa Ngadimulyo dengan membangun Taman Bermain Ngadiprono.

Minggu (19/11), telah dilakukan peresmian Taman Bermain Ngadiprono oleh Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo dan Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati. Hadir juga Kepala Desa Ngadimuljo Muh Amin, Direktur Spedagi Singgih Susilo Kartono, dan Ketua Komunitas Mata Air Imam Abdul Rofiq di Desa Ngadimulyo, Temanggung.

Taman Bermain Ngadiprono tersebut dirancang khusus sebagai wadah aktivitas sosial lintas generasi di Desa Ngadimulyo. Ini merupakan kelanjutan pengembangan Pasar Papringan Ngadiprono.

“Kami percaya setiap desa memiliki potensi-potensi positif yang dapat dikembangkan sesuai kearifan lokalnya masing-masing. Kami berharap dukungan aktif BCA terhadap pengembangan Pasar Papringan Ngadiprono dan Taman Bermain Ngadiprono menjadi lokomotif pendorong bagi desa-desa lainnya berbenah menggali dan membuktikan kualitas-kualitas terbaiknya,” ungkap Cyrillus di sela acara.

Dukungan BCA terhadap pengembangan Komunitas Pasar Papringan sejak 2016. Ini berawal dari partisipasi dalam penyelenggaraan The 2nd International Conference on Village Revitalization, yang berlanjut dengan pendampingan pendirian Pasar Papringan Ngadiprono.

Awalnya, ada keinginan revitalisasi kebun bambu, Pasar Papringan Ngadiprono dibangun di Desa Ngadimulyo melalui kolaborasi dengan Spedagi, Komunitas Mata Air, dan warga desa setempat.

“Dari sekedar tempat pembuangan limbah rumah tangga, kebun bambu di Desa Ngadimulyo disulap menjadi pasar tradisional di mana pengunjung bisa menikmati beragam olahan kuliner khas, hasil pertanian, hingga kerajinan produksi masyarakat lokal. Pasar ini digelar dua kali selama 35 hari (selapan) berdasar pada penanggalan Jawa. Pasar tersebut menjajakan sekitar 120 jenis kuliner khas nan sehat dengan estimasi jumlah pengunjung 2.500 – 3.000 orang per gelaran,” jelasnya.

Antusiasme yang tinggi terhadap Pasar Papringan Ngadiprono mendorong inisiatif BCA merealisasikan pembangunan Taman Bermain Ngadiprono yang dirancang sebagai area bermain anak dan keluarga di lingkungan Desa Ngadimulyo. Sejumlah kontribusi BCA di antaranya membangun infrastruktur jalan trasah batu area taman bermain, mendirikan Keong Bambu sebagai shelter perpustakaan keliling, pengadaan kebutuhan perpustakaan keliling, serta pengadaan instrumen permainan tradisional bermaterial alam seperti ayunan, jungkat jungkit, panjat bambu, gapyak, egrang, dan dakon.

“Semoga pembangunan Taman Bermain Ngadiprono ini bermanfaat dan jadi wadah interaksi antarwarga Desa Ngadimulyo yang memungkinkan pewarisan keterampilan dan kearifan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya,” kata Cyrillus.(hes)