PURWOREJO-Kesadaran masyarakat pedesaan menggunakan jamban masih cukup rendah. Dari 469 desa di 16 kecamatan, jumlah desa yang warganya telah menggunakan jamban 100 persen masih bisa dihitung dengan jari.Karena itu diperlukan percepatan kesadaran tersebut. Sebab, pemerintah menargetkan pada 2019 seluruh wilayah telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS).

“Belum sampai 30 persen desa bebas dari BABS. Padahal pada 2019 harus bebas BABS,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Purworejo dr Darus, usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional di halaman Kantor Bupati Purworejo, Senin (13/11).

Menyikapi hal ini, pihaknya melakukan serangkaian sosialisasi dan penyuluhan terhadap pemerintah dan warga desa. Menurutnya, masyarakat masih belum paham bagaimana membuang kotoran itu secarabaik. “Mereka masih mengganggap apa yang dilakukan sekarang ini sudah biasa,” tambahnya.

Beberapa perilaku yang masih berlaku atau membuadaya di tengah masyarakat antara lain membuang kotoran di sungai atau saluran,membuat kakus di pekarangan atau jamban luar lain yang tidak memenuhi syarat. Kepemilikian kolam ikan juga dijadikan sebagai tempat pembuangan.”Desa-desa yang memiliki ketercukupan air dan digunakan membuat kolam. Di situlah mereka membuat jamban dan kotorannya sekaligus sebagai pakan ikan. Kebasaan ini harus diubah, karena penguraiannya tidak sempurna,” katanya.

Menurutnya, masyarakat belum mengerti dampak yang ditimbulkan oleh kotoran manusia. Ada beberapa jenis penyakit yang bisaditimbulkan akibat pembuangan air besar yang tidak sempurna.Lebih jauh dikatakan jika pihaknya akan mendorong pemerintah desa yang selama ini dituntut mengalokasikan 10 persen dari Dana Desa yang diterima untuk bidang kesehatan.

Hanya saja diperlukan komitmen pemerintah desa karena bidang kesehatan yang ada cukup banyak dan variatif.”Sebagai langkah awal, desa sebenarnya bisa membangun jamban umum dan digunakan oleh beberapa keluarga di sebuah tempat. Ini menjadi salah satu solusi,” kata Darus.

Mengejar target BABS, selama ini desa sebenarnya mendapatkan bantuan pengadaan jamban dari pemerintah provinsi. Selain itu, Pemkab sendiri juga telah menyalurkan, hanya saja jumlahnya tidak sebanyak dari pihakprovinsi.Dalam peringatan Hari Kesehatan tingkat Kabupaten Purworejo tercatat ada 12 desa yang mendapatkan sertifikat Stop BABS tahun 2017. Keduabelas desa itu antara lain Pulutan (Kecamatan Ngombol),

DesaTangkisan, Kertiwijayan, Botorejo (Kecamatan Bayan), Desa Aglik(Kecamatan Grabag), Desa Kemadu Lor, Sokoharjo (Kecamatan Kutoarjo), Desa Polowangi, Batur dan Dlisen Wetan (Kecamatan Pituruh) serta Desa Hulosobo di Kecamatan Kaligesing. (udi/din/ong)