SLEMAN – Proses seleksi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sleman tidak berjalan mulus. Hal ini setelah empat peserta seleksi mempertanyakan prosedural dan hasil seleksi. Mereka menduga ada indikasi ketidakjujuran dalam memilih perwakilan Panwascam.

Empat peserta yang berasal dari Kecamatan Turi, Tempel, Pakem, dan Moyudan mendatangi kantor Panwaslu Sleman, kemarin (13/11). Kehadiran mereka diterima langsung oleh Ketua Panwaslu Sleman Ibnu Darpito yang juga berperan dalam proses seleksi seluruh Panwascam Kabupaten Sleman.

Mantan Ketua Panwascam Turi Suharno, 73, adalah salah satu yang kecewa. Dia mempertanyakan kriteria baku anggota Panwascam. Saat menjalani proses seleksi dia juga mengungkapkan ada kejanggalan.

“Saat sesi wawancara, saya hanya diwawancarai oleh satu komisioner selaku penguji. Padahal kalau melihat sistematikanya ketiga komisioner harusnya mewawancarai. Ini saya tidak ditanya apa-apa, tahu-tahu tidak lolos,” ujarnya kemarin.

Salah seorang mantan anggota Panwascam asal Moyudan Eka Indarta juga kecewa. Dia cenderung mempertanyakan pemilihan salah satu anggota Panwascam di wilayahnya. Di mana sosok ini tidak berdomisili tetap di wilayah Moyudan.

Padahal salah satu syarat menjadi anggota Panwascam adalah bekerja penuh waktu. Sehingga setiap anggota diwajibkan siaga selama 24 jam. Tujuannya mengawasi secara professional setiap proses tahapan pemilu legislatif maupun eksekutif.

“Ada satu yang tidak berdiam di Moyudan, ini bisa mempersulit proses kerja Panwascam. Kemungkinan akan sulit melakukan koordinasi lapangan, terutama jika ada temua mendadak,” jelasnya.

Meski kecewa, tapi dirinya mengaku legawa atas keputusan tersebut. Hanya, dia akan melanjutkan laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIJ. Terutama terkait keluhan profesionalitas kerja sebagai penyelenggara seleksi Panwascam.

“Jawaban antarkomisioner justru tidak sinkron, ini yang buat kami ragu dalam proses seleksi. Memang kecewa tapi keputusan sudah ditetapkan,” ujar pria yang pernah menjabat Ketua Panwascam Moyudan pada 2009, 2010, 2014, dan 2015 ini.

Ketua Panwaslu SlemanIbnu Darpito menjelaskan detail permasalahan. Mengenai keluhan Suharno, dia memastikan sudah sesuai prosedural. Pertimbangannya Suharno terhitung sebagai anggota senior. Sehingga dianggap sudah menguasai detail dan kerja Panwascam.

Berdasarkan data Panwaslu Sleman terhitung ada 51 anggota Panwascam yang lolos. Setiap Kecamatan memiliki tiga anggota baru. Komposisi keseluruhan tergolong seimbang antara anggota Panwascam lama dan anggota baru.

“Proses wawancara, setiap komisioner memiliki bidangnya masing-masing. Hasil dari proses seleksi sejatinya terakumulatif. Jika ada yang nilainya lebih baik, maka nilai dibawahnya akan gugur secara otomatis,” jelasnya. (dwi/ila/ong)