MAGELANG- Usaha keras para mahasiswa D3 Teknik Mesin Universitas Tidar Magelang (Untidar) menciptakan mobil hemat energi membuahkan hasil. Inovasi mereka disebut sebagai Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline atau Elang (Elang Untidar). Inovasi ini merupakan karya pertama prototype mobil hemat energi.

Elang Untidar memiliki panjang 260 cm dan tinggi 70 cm. Dengan mengandalkan tenaga listrik dari 4 accu yang dirangkai secara seri dengan total daya 48 volt. Elang Untidar terbuat dari bahan besi galvanis dengan dimensi 3×6 dan tebal 1,4 mm. Kaca depan dan samping terbuat dari fiberglass. Bahan ini bertujuan melindungi keselamatan pengemudi jika terjadi kecelakaan.

Prototype mobil hemat energi ini diikuttkan di ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) kategori kendaraan prototype dengan tenaga listrik. Pada kategori ini Elang Untidar bersaing dengan 17 tim dari perguruan tinggi se Indonesia.

Hasilnya memuaskan. Mereka meraih gelar The Best Rookie atau pendatang baru terbaik dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi. Acara ini berlangsung Selasa-Sabtu (7-11/11) di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya.”Bagaimana menjaga performa mobil tetap stabil. Karena ini kontes hemat energi. Maka luarannya mobil mampu berjalan dengan betul-betul menghemat energi, go green tanpa polusi,” kata Pendamping Tim Elang Untidar Sigit Joko Purnomo.

Menurutnya, seluruh tim sudah bekerja maksimal selama kompetisi berlangsung. Walaupun sebagai pemula dan pertama kali mengikuti ajang ini, seluruh tim sudah bekerja keras. Mereka optimistis bisa ikut kembali dalam kompetisi serupa tahun depan. “Awalnya kami hanya fokus pada race. Tetapi keadaan di lapangan berbeda,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sebelum race melalui proses scrutineering ini saja sudah sangat rumit. Berkali-kali harus bongkar pasang. “Tapi syukurlah kerja keras tim terbayar dengan gelar pendatang terbaik ini dan siap mengikuti ajang ini lagi tahun depan,” jelas Sigit.

Elang atau Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline merupakan prototype mobil hemat energi dengan bahan bakar listrik. Elang berhasil menyelesaikan 5 race dalam kurun waktu 4 hari pada Rabu-Sabtu (8-11/11). Tiap race masing-masing peserta harus menyelesaikan 8 putaran pada sirkuit sepanjang 11,6 km. “Perolehan waktu terbaik Elang Untidar adalah 22 menit 56 detik dan mampu menempuh jarak 96 km dengan daya 1 kwh/h,” kata Manajer Tim Elang Heru Sai Udin.

Menjelang race, setiap peserta diwajibkan mengikuti scrutineering. Ada 10 post pengecekan yang harus dilalui setiap tim sebelum dilanjutkan ke tahap race. Panitia akan mengecek diantaranya berat, rem, kemanan pengemudi, sabuk, helm, sepatu, alat pemadam kebakaran, dan lainnya.

Pada race awal, Elang Untidar sempat terkendala pada bagian rem depan. Panitia tidak mengijinkan melanjutkan ke tahap race jika rem belum sesuai dengan standar. “Maka itu Elang harus masuk paddock dahulu untuk diperbaiki,” ungkap Heru.

Sebelumnya, rem depan hanya menggunakan 1 kaliper dan 1 pedal untuk 2 roda. Rangkaian ini menyebabkan kurangnya tekanan. Terlebih jika mobil diposisikan dalam keadaan miring. Maka itu dilakukan perbaikan dengan menambah 1 kaliper lagi.

Setiap kali menyelesaikan race mobil akan diukur seberapa banyak bahan bakar yang terpakai, jarak, waktu dan kecepatan. KMHE merupakan ajang kompetensi dalam pengelolaan engine. Dalam kompetisi ini tidak hanya sekadar ‘jalan’. (ady/din/ong)