RADARJOGJA.CO.ID – Jogjaku jogja kita semua, jogja kota yang dilahirkan menjadi kota yang bisa dicintai seluruh masyarakat Indonesia. Saya ingin ceritakan pada catatan dude kali ini, ketika saya mengonsep oleh-oleh kekinian yang akhirnya kini juga diikuti kalangan rekan artis lainnya.

Saat itu saya memikirkan satu ide dimana usaha saya jangan sampai tidak bermanfaat bagi warga Jogja, terlebih lagi warga Jogja yang mencerminkan ketundukan dan kesopanan. Maka, saya sering mewanti-wanti pada tim saya agar senantiasa mengikuti prosedural yang ada. Kita berpijak di wilayah dimana masyarakatnya menjaga kearifan akan ketundukan yang sudah membudaya.

Itulah yang selalu saya sampaikan pada tim saya. Branding jalan tapi taat aturan adalah kewajiban. Begitu pula manakala saya terbesit membuat suatu ide besar untuk melestarikan budaya lainnya dari sisi Kota Jogja.

Ya…satu ide yg saya konsep sungguh-sungguh dengan tim saya di Jogja Scrummy. Saya ingin melestarikan budaya Wayang, ya Wayang suatu seni yang memiliki nilai dan pesan yang sarat makna. Suatu media yang menyampaikan satu cerita yang membuat orang bisa memahami sesungguhnya hidup adalah mozaik dari setiap apa yang telah dilakukan. Suatu refleksi dari bayangan kehidupan yang mencerminkan keadaan manusia. Dengan dalang ( sutradara ) yang memainkan.

Sesungguhnya disitu manusia disadarkan bahwa kita semua laksana Wayang yang tunduk pada arahan “Dalang”. Dari Wayang maka diajarkan ketundukan yang semestinya kita lakukan. Maka ketika di suatu masyarakat ada peraturan, disitu kita dituntut untuk tunduk pada aturan.

Maka, saya ambil satu budaya leluhur yang mana menjadi media penyebaran dakwah ajaran Islam. Maka saya dan tim Jogja Scrummy mengajak salah satu Dalang dari alumni ISI ( Institut Seni Indonesia ) Ki Catur Benyek Kuncoro dan Dosen ISI Yogyakarta Bapak Anon Suneko dan Komunitas Gamelan ISI untuk bersama- bersama melestarikan dan menyampaikan kebudayaaan Wayang pada generasi milenial.

Saya berfikir, kalau bukan kita maka siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaaan dan local wisdom Yogyakarta. Karena budaya bukan hanya untuk ditonton, tetapi untuk dilestarikan karena sarat akan tuntunan bagi generasi di setiap zaman.

Saya bertekad akan terus menjaga lestarinya budaya Jogja meski saya tidak dilahirkan di Jogja, tapi saya cinta pada Jogja. Wujud kecintaan saya, saya persembahkan karya video wayang yang akan kami sampaikan melalui media Instagram dan YouTube agar generasi milenial pada era ini tetap bisa memahami filosofi disetiap cerita dan mengambil hikmahnya. (*)

1 Koin Untuk Kemajuan Pendidikan Jogja

Di akhir pekan ini, saya ingin berbagi kisah kepada pembaca semua, saya akan memulai ketika saya berwisata ke suatu daerah, dalam salah satu program televisi swasta kala itu. Pemandangan pedesaan, keceriaan anak-anaknya, kesejukan udara disekitar, dan kearifan lokalnya membuat saya enggan beranjak pergi.

Ketika akhirnya saya harus pulang kembali ke Jakarta, saya pun masih teringat

bagaimana wajah anak-anak pedesaan bermain di sekolah mereka. Di sekolah yang sederhana, dimana mereka menimba ilmu.

Menimba ilmu ditengah keterbatasan fasilitas, pasti tidaklah mudah. Keterbatasan transportasi, keterbatasan alat belajar mengajar, keterbatasan ruang, bahkan kadangkala mereka akan merasakan ruang bocor manakala musim hujan datang. Saya merenung sejenak, merenungi bagaimana ketika mereka memiliki semangat belajar namun sarana prasarana tidak memenuhi standar, pastinya ini menjadi kendala.

Dari sinilah saya membuat konsep edukasi masyarakat terutama customer Jogja Scrummy bisnis yang saya jalani di Kota Jogjakarta, dimana satu coin yang kita miliki sangat berarti bagi mereka.

Konsep tersebut akhirnya saya kemas dalam program One Coin For School Renovation, yang bermakna satu koin ini sangat berarti untuk merenovasi sekolah yang masih belum memenuhi standarisasi fasilitas.

Alhamdulillah, disambut baik oleh Dinas Pendidikan Kab. Sleman, dengan mengarahkan satu gedung sekolah yang sangat membutuhkan dana perbaikan gedung yaitu SD N 2 Donokerto Turi Sleman dan saat ini kami dari Jogja Scrummy fokus untuk ikut andil dan menjadi bagian dari kemajuan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. (*/ong)