RADARJOGJA.CO.ID – Sabtu (11/11/2017) merupakan hari bersejarah bagi civitas akademika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta. Ya, pada hari itu perguruan tinggi Muhammadiyah yang berpusat di Jalan Kapas Jogja secara resmi menerima Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Raihan akreditasinya pun sangat membanggakan yaitu meraih Akreditiasi Institusi A. Penyerahan SK akreditasi tersebut dilakukan oleh Anggota Dewan Eksekutif BAN PT, Prof Siti Muslimah Widiastuti kepada Rektor UAD Kasiyarno. Penyerahan SK bersamaan dengan acara wisuda di Jogja Expo Center (JEC).

“Semoga SK ini bermanfaat bagi UAD,” kata oleh Anggota Dewan Eksekutif BAN PT, Prof Siti Muslimah Widiastuti.

Dalam kesempatan itu, Rektor UAD Kasiyarno menyampaikan terima kasih kepada BAN PT yang telah melakukan verifikasi terhadap UAD sehingga kampus yang dipimpinnya mendapatkan akreditasi A. Menurutnya, predikat akreditasi A tersebut merupakan sebuah capai yang luar biasa sekaligus menjadi tantangan bagi civitas akademika UAD. “Capaian ini harus kita pertahankan di masa akan datang,” ajak Kasiyarno.

Kasiyarno berpesan kepada alumni UAD harus selalu kreatif untuk menciptakan lapangan kerja. Ini menyusul kemajuan teknologi informasi (TI) yang kian pesat sehingga pos pekerjaan banyak yang diambil alih oleh perangkat komputer dan robot. “Jangan cari kerja tapi ciptakan lapangan pekerjaan,” pesan Kasiyarno.

Pada periode November 2017 UAD telah mewisuda 1.171 lulusan. Mereka terdiri dari 1.104 orang program studi Strata Satu (S1) dan 67 orang program studi Strata Dua (S2). Dengan demikian, sampai saat ini UAD telah mewisuda sebanyak 41.808 lulusan.

“Wisudawan S1 terbaik diraih Novie Arista dan Rosita Dewi dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan nilai Indek Prestasi Komulasi (IPK) 3,96,” papar Kasiyarno.

Lulusan terbaik berikutnya adalah Isnah Fitriani dari Prodi IKM dengan nilai IPK 3,95. Kemudian Astri Wahidah R dari Prodi Ilmu Komunikasi dan Kukuh Lestantu K dari Prodi Manajemen Khusus dengan IPK 3,93.

“Sedang wisudawan terbaik S2 diraih Pradika Nudya RR dan Ainun Muthoharoh dari Magister Farmasi dengan IPK 3,97,” jelasnya.

Sedangkan untuk wisudawan tercepat diraih Yuniarti Astuti dengan IPK 3,68. Ia dari Prodi Farmasi dengan lama studi tiga tahun, 10 bulan, dan 22 hari. Kedua, Wiwik Nur Hidayati dengan IPK 3,74 dari Prodi Fisika dengan lama studi tiga tahun, 10 bulan, dan 24 hari. Wisudawan termuda Deden Hardian dari Prodi Farmasi dengan IPK 3,13.

“Lulusan UAD harus terus belajar teknologi informasi agar bisa menciptakan kreativitas. Sebab, dunia nanti akan dikuasi oleh orang-orang yang pandai terhadap teknologi informasi,” jelasnya. (mar)