JOGJA-27 tahun mewarnai Indonesiabagi JNE adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh makna dan kini telah berkembang menjadi perusahaan multinasional dengan 6000 lebih jaringan yang tersebar hingga ke pelosok Indonesia.

Keberadaanya di kota besar sampai dengan kecamatan yang diperkuat dengan 40.000 karyawan di seluruh nusantara, mulai dari karyawan kantor pusat, cabang utama hingga karyawan JNE milik mitra, dari berbagai suku, agama serta Bahasa, membuat JNE menjadi bagian dari masyarakat.

Hal tersebut melatarbelakangi JNE untuk terlibat dalam kegiatan sosial, seperti yang dilakukan JNE Yogyakarta dalam memberikan dukungan kepada 18 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tergabung dalam Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017. Kegiatan ekspedisi Nusantara Jaya ini merupakan program Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk melakukan aksi nyata menuju Poros Maritim Dunia.

Dalam program tersebut 18 mahasiswa UGM yang berasal dari berbagai fakultas, terpilih dalam seleksi untuk melakukan ekspedisi ke pulau Maradapan, Kalimantan Selatan. Ekspedisi dengan menggunakan kapal perintis sabuk nusantara 57 ini dilaksanakan selama dua minggu, dimulai dari keberangkatannya pada (10/9) dan tiba di Pulau Maradapan pada (12/9).

Selama dua minggu mereka melaksanakan berbagai macam program, baik dibidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, pariwisata, dan perekonomian di pulau yang berpenduduk tidak lebih dari seribu jiwa tersebut.

Ketika JNE Yogyakarta menyambut kedatangan mereka pada (24/10) lalu, para mahasiswa peserta ekspedisi ini berbagi cerita sekembalinya dari Pulau Maradapan, salah satunya mengenai sumber daya alam yang melimpah di kepulauan dengan penduduk yang sebagian besar hanya tamatan sekolah dasar ini. Salah satu sumber daya alam yang melimpah adalah berbagai jenis ikan, sehingga nelayan menjadi mata pencaharian utama masyarakat disana.

Namun alam yang kaya tersebut memiliki berbagai permasalahan sosial, seperti kurangnya sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan sebagainya. Hal inilah yang menjadi alasan utama para mahasiswa tersebut melakukan ekspedisi ini.

Salah satu perwakilan ENJ UGM 2017, Andrianto Maulana menyampaikan terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu.

“Kami berterimakasih pada pemerintah, Rektorat UGM maupun swasta. Semoga apa yang telah kami lakukan memberikan manfaat bagi masyarakat Maradapan”, ujar mahasiswa FMIPA UGM ini.

Sebelum keberangkatan, para mahasiswa ini mengumpulkan donasi untuk mendukung program kerja mereka disana.

Semangat membangun negeri inilah yang diapresiasi JNE Yogyakarta dengan slogan “connecting happiness” untuk terlibat dalam ENJ UGM 2017. JNE Yogyakarta membantu pengiriman donasi berupa pakaian layak pakai, buku dan peralatan sebanyak 13 paket seberat 247 kg untuk mendukung program kegiatan di Pulau Maradapan.

Selama berada di Maradapan, mereka melaksanakan pendampingan pada siswa SD, melakukan penyuluhan kesehatan, dan fokus pada masalah sampah.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah agar lingkungan menjadi bersih dan sehat, yang tentunya akan berpengaruh juga pada penurunan endemik malaria di wilayah ini”, ujar Andri.

AGENT Of ChANGE: Tim Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 bersama anak-anak membentangkan bendera JNE Express di Pulau Maradapan

Adi Subagyo, Branch Manager JNE Yogyakarta menyampaikan bahwa slogan connecting happiness berarti luas, dimana kita menghubungkan kebahagiaan meskipun saling berjauhan, antarpulau dan benua sekalipun.

“Ini potret anak muda Indonesia yang patut menjadi contoh, meninggalkan kenyamanan sementara untuk mencurahkan tenaga, berbagi ilmu dengan sesama dilain pulau, kami turut bangga terhadap mereka yang diusia belia telah melakukan sesuatu yang bermanfaat besar bagi bangsa ini”, ujar Adi berapi-api.

Marsudi, Head of Regional Jateng-DIY juga mengapresiasi gerakan 18 mahasiswa UGM tersebut. Bahkan Marsudi juga akan memberikan masukan bagi JNE Banjarmasin yang merupakan cabang di Kalimantan Selatan untuk melaksanakan CSR di wilayah Pulau Maradapan.

Melalui ENJ, diharapkan konektivitas dapat terbentuk antarmasyarakat Indonesia yang selama ini masih terhambat kondisi geografis. ENJ menjadi sebuah langkah nyata untuk menegaskan bahwa NKRI itu satu dan laut menjadi pemersatu bangsa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. ENJ juga menjadi upaya untuk menghadirkan negara lewat mahasiswa sebagai “Agent of Change” yang terjun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan di pulau-pulau kecil dan terluar. (*/ong)