Raih Cum Laude, Fokus Kuliah tanpa Mengorbankan Keluarga

Kesibukan bekerja tak menghambat Wida Wahidah Mubarokah untuk terus belajar. Dokter hewan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang Jurluhnak itu membuktikannya. Dia berhasil lulus S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya dalam tempo 12 bulan 20 hari.

ADI DAYA PERDANA, Mungkid
Senyum mengembang menggurat di wajah Wida. Itulah akhir dari awal perjuangannya memperdalam ilmu kedokteran hewan. Perempuan berhijab kelahiran Kota Magelang, Jawa Tengah itu tak hanya ditahbiskan sebagai wisudawati dengan waktu studi tersingkat. Dia juga berhasil lulus dengan predikat cum laude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,90. Lazimnya, pendidikan jenjang S2 diselesaikan dengan waktu sekitar dua tahun. Namun Wida mampu menyelesaikannya hanya dalam separo perjalanan dari total masa studi pada umumnya.

Kerja keras dan prestasi yang diraih sosok yang bertanggal lahir 14 Februari 1982 itu menjawab tantangan dan tuntutan lembaga di mana dia mengabdi selama ini. Ya, ke depan STPP Magelang akan bertransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian Magelang. Keberhasilan Wida menempuh studi S2 makin memantapkan langkah STPP Magelang Jurusan Penyuluhan Peternakan (Jurluhnak) dalam penguatan sumber daya manusia. Khususnya untuk mengisi pos tenaga pendidik (dosen) yang berkualitas.

“Saya dulu S1 dan profesi dokter hewan juga di Fakultas Kedokteran Hewan UGM,” ungkap Wida.
Selama menempuh S2 Wida mengambil tesis dengan tema “Pengaruh Infusa Biji Buah Pinang (areca catechu) sebagai Antelmintik terhadap Cacing Ascaridia galli pada Ayam Kampung secara In Vitro, Profil Protein (SDS PAGE), dan Scanning Electrone Microscope (SEM)”.

“Memang tak hanya butuh ekstra waktu dan tenaga. Juga menguras pikiran agar bisa selesai cepat,” ujarnya.
Hasil yang diraihnya itu tak lepas dari perencanaan yang dia siapkan sejak sebelum awal perkuliahan.

“Intinya boleh lulus cepat tapi tidak boleh melanggar kebijakan program studi. Ya tetap ikuti saja prosedurnya,” ungkap perempuan asal Malangan, Tidar Utara, Kota Magelang.

Semangat dan pantang menyerah. Itulah komitmen Wida setiap kali menjalani perkuliahan. Kendati demikian, Wida tak ingin kesibukannya kuliah lantas mengorbankan keluarga. “Jadi tidak hanya fokus kuliah. Yang penting diatur antara kuliah dan keluarga harus balance,” tuturnya.

Sebagaimana tuntutan STPP Magelang Jurluhnak, Wida pun siap melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3/doktoral. Lebih dari itu, hal terpenting bagi Wida untuk bisa mengamalkan ilmu yang diperolehnya demi kemajuan lembaga yang menaunginya sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun kepada masyarakat. Wida bertekad terus berkontribusi untuk STPP Magelang, serta meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya di bidang sain veteriner.

Tak lupa dia berterima kasih kepada pimpinan Badan Penyuluhan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian yang telah menjadi pemicu semangat atas studi yang ditempuhnya. Demikian pula kepada Ketua STPP Magelang Ir Ali Rachman MSi yang terus mendorongnya terus lanjut ke jenjang doktoral. Hal itu sejalan dengan misi STPP Magelang sebagai kepanjangan tangan Kementerian Pertanian yang membidangi program pendidikan untuk mencetak generasi muda petani yang mumpuni. “Tentu saja kami membutuhkan tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas,” ujar Ali.

Nah, guna menciptakan kader pendidik yang terampil, profesional, dan berkompeten, lanjut Ali, STPP Magelang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh jajaran karyawan, tenaga pendidik, dan kependidikan untuk meningkatkan keilmuan mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (yog/ong)