Menggantikan Widyantoro yang Dihukum PSSI

SLEMAN – Setelah gagal di PSS Sleman, bukan berarti Freddy Muli berhenti melatih. Sebaliknya, dia justru masih bisa menangani tim di delapan besar Liga 2. Itu terjadi setelah manajemen Persis Solo meminjamnya untuk menangani tim, karena pelatih Widyantoro masih dalam masa hukuman.

Widyantoro disanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk tidak boleh melatih Laskar Sambernyawa-julukan Persis Solo selama 12 bulan.Dari putusan komisi disiplin, Wiwid dianggap mengancam wasit dan juga menendang kaki wasit hingga mengenai betis saat Persis Solo menjamu Cilegon United di Manahan Solo, lalu.”Manajemen Persis berusaha semaksimal mungkin membantu dengan mengajukan banding dan untuk sementara saya diminta membantu,” ujar Freddy Muli kepada Radar Jogja.

Freddy mengaku prihatin dengan kasus yang menimpa Wiwid. Menurutnya dengan hukuman 12 bulan sama saja membunuh karir dan pekerjaan seseorang. Sehingga, dia tidak berpikir lama saat dihubungi manajemen Persis untuk menangani tim di 8 besar.”Hati saya saat ditelpon langsung siap. Komunikasi antarmanajemen PSS dan Persis oke. Saya juga sudah komunikasi dengan Pak Rumadi,” imbuhnya.

Selanjutnya, Freddy menyebut secepatnya akan beradaptasi dengan asisten pelatih dan pemain. Sebab Widyantoro sudah tidak diperkenankan mendampingi tim.”Tidak boleh beraktivitas di sepak bola, melatih juga tidak boleh. Kalau ketahuan nanti masalah,” bebernya.

Keputusan penunjukan Freddy sebagai pengganti Widyantoro diumumkan langsung Wakil CEO PT Persis Solo Saestu, Dedy M Lawe dalam jumpa pers di Mes Persis, Kawasan Karangasem, Senin (16/10).”Penunjukan ini untuk mengisi kekosongan pelatih kepala karena kami masih menunggu hasil banding. Artinya karena harus ada pelatih kepala, makanya kami menunjuk Pak Freddy,” kata Dedy M Lawe.

Dedy menjelaskan, keputusan memilih pelatih asal Palopo itu karena faktor senioritas. Menurutnya, berdasarkan beberapa pertimbangan termasuk pengalaman, mantan pelatih Persebaya Surabaya itu paling cocok untuk mengisi kekosongan sang juru taktik.

Hanya saja, pria yang juga lawyer itu memastikan status Freddy Mulli hanya peminjaman dari PSS Sleman. Sebab, sang pelatih masih terikat kontrak dengan tim Super Elang Jawa. ”Nantisifatnya tetap koordinasi dengan Mas Wiwid untuk masukan dalam materi latihan,” terangnya. (riz/din/ong)