JOGJA-Kini lulusan SMK Kesehatan tak perlu khawatir untuk mendapatkan pekerjaan setelah tamat dari bangku sekolah. Pasalnya, lulusan SMK Kesehatan sudah diakui secara resmi terkait kompetensinya dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 80 tahun 2016.

“Berkat perjuangan para kepala sekolah dan guru SMK Kesehatan, lulusannya kini diakui kompetensinya dan bisa langsung bekerja. Selanjutkan kami akan terus berupaya membantu untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan SMK Kesehatan agar semakin baik kedepannya,” ujar Sri Sunarsih mewakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ, saat ditemui dalam Sosialisasi Kewenangan Asisten Tenaga Kesehatan di salah satu hotel daerah Gowongan, Selasa (10/10).

Sri mengatakan, selama ini lulusan SMK Kesehatan kesulitan untuk dapat langsung bekerja karena kompetensinya dianggap belum memenuhi syarat. Mereka wajib meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi terkait jika ingin bekerja.

“Dengan pengakuan ini para lulusan dapat bekerja di bidang kesehatan seperti asisten apoteker atau asisten perawat. Kalau ingin mengembangkan profesinya mereka bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi,” imbuhnya.

Menurut Sri pengakuan yang diberikan bukan tanpa syarat, siswa SMK sebagai calon pekerja siap pakai harus mampu memenuhi empat unsur yang dijadikan modal utama di dunia kerja, seperti penguasaan ilmu pengetahuan sesuai kompetensi keahlian, menguasai pengelolaan diri, berkarakter, serta penguasaan bahasa asing.

“Selain itu perlu membangun lebih luas lagi kerjasama dengan dunia industri agar lulusan SMK Kesehatan bisa langsung bekerja. Dari pihak dunia industri pun kini ada keharusan menerima para lulusan SMK Kesehatan karena secara legal kompetensi mereka telah diakui,” paparnya.

Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DIJ Hardiah Djuliani menyampaikan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 80 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Asisten Tenaga Kesehatan, ada lima ruang lingkup pekerjaan asisten tenaga kesehatan yang bisa menampung para lulusan SMK Kesehatan, antara lain asisten perawat, asisten dental, asisten tenaga kefarmasian, asisten teknisi laboratorium medik, dan asisten teknisi pelayanan darah.

“Permenkes ini merupakan kelanjutan dari UU Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang menegaskan lulusan sekolah menengah yang sebelumnya diakui sebagai tenaga kesehatan berubah kedudukannya menjadi asisten tenaga kesehatan,” jelasnya. (ita/ong)