MUNGKID – Kawasan Magelang dan sekitarnya beberapa waktu terakhir diguyur hujan deras. Kondisi ini mengakibatkan beberapa bencana alam. Satu di antaranya longsor di ruas jalan alternatif penghubung Kecamatan Salaman dan Kajoran. Tepatnya di Dusun Munggang, Lesanpuro, Kajoran.

Akibat kondisi ini, sementara waktu jalan ditutup bagi kendaraan roda empat. Pengendara mobil harus memutar 5 km lebih melalui Desa Krasak, Kecamatan Salaman. Jika tidak ditangani serius dikhawatirkan terjadi bencana longsor susulan. Bahkan bisa mengakibatkan jalan alternatif itu terputus total.

“Tanah longsor ini bermula ketika terjadi hujan dan airnya merembes ke tanah. Bahu jalan pun semakin terkikis dan langsung tidak kuat menahan tanah basah,” ujar salah satu seorang sekitar, Padlan, kemarin (9/10).

Longsor terjadi Minggu (8/10) sekitar pukul 16.00. Longsornya senderan dan bahu jalan ini dengan panjang 25 m, lebar 2 m, tinggi 5-8 m. Ruas jalan merupakan akses utama menuju Desa Lesanpuro, Kajoran. Titik longsor berjarak 4 m dari permukiman warga yang berada di seberang jalan.

“Tanah longsor ini juga mengakibatkan putusnya saluran air bersih yang menuju ke Desa Sawangargo, Salaman,” jelas Padlan.

Saat ini di lokasi kejadian dipasang papan peringatan bagi pengguna jalan. Selain itu juga ada tali dari plastik sebagai pembatas. Salah satu warga Desa Sawangargo, Kecamatan Salaman, yang terdampak putusnya saluran air bersih ini adalah Sudarman, 60.

Dia mengatakan bahwa, saluran air bersih ini bersumber dari mata air di sekitar Lereng Sumbing, persisnya kawasan Sunggingan, Kecamatan Kajoran. Warga sudah memanfaatkan air bersih dari pamsimas itu selama empat tahun terakhir. Akibat tanah longsor kemarin, saluran air bersih pun sempat terputus.

Warga kemudian bersama-sama memperbaiki dan menyambung kembali pipa air yang putus. Jumlah pengguna air bersih dari saluran pipa tersebut ada sekitar 45 kepala keluarga dan satu untuk masjid.”Dari jumlah itu, ada sekitar 250 warga yang terdampak putusnya air bersih,” jelas Sudarman.

Menyikapi kondisi itu, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magelang sudah meninjau lokasi. Petugas yang mengecek lokasi menilai longsor disebabkan hujan yang mengguyur wilayah itu.

“Yang kena longsor itu bahu jalan, diduga penyebabnya karena air peralonnya yang bocor. Kemudian air mengkikis tanah, hingga tanahnya longsor,” kata Kholik dari DPU PR Kabupaten Magelang.

Ia kemudian membawa papan larangan untuk roda empat melintas di lokasi kejadian. Pengguna jalan harus melintas melalui jalur lain, baik yang dari arah Salaman maupun Kajoran. Ia pun akan berkoordinasi dengan bidang lain di DPU PR menyikapi bencana itu.

“Waktu pelaksanaan pembangunan biasanya segera dilakukan, dari alokasi anggaran khusus kebencanaan. Bisa saja nanti dibangun dengan model terasering,” jelasnya. (ady/laz/ong)