HB X Janji Mampir ke Purworejo

JOGJA – Bertukar cenderamata dan foto bersama menjadi penutup pertemuan Bupati Purworejo Agus Bastian dengan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Gedung Wilis, Kompleks Kepatihan Jogja, kemarin (6/10). Sebelum bersalaman, bupati sempat memberikan salam dengan menyembah HB X, diikuti Wabup Yuli Hastuti.

Sebelumnya Gubernur HB X yang melakukan pembicaraan mengenai prospek kerja sama antara kedua daerah, memberi kesempatan foto bersama dengan pejabat yang mendampingi bupati. Gubernur meminta pegawainya menyiapkan tiga kursi dari banyak kursi yang ada di ruang tunggu.

“Oh, saya yang di tengah ya,” kata HB X saat hendak duduk di kursi paling kanan. Bupati Agus memilih duduk di sebelah kanan gubernur, sementara di bagian kiri diduduki wabup. Pejabat teras di lingkungan Pemkab Purworejo berjajar rapi di belakang ketiga kursi. Suasana terlihat santai, dan beberapa kali Ngarso Dalem menyunggingkan senyum.

“Kapan-kapan saya tak mampir ke sana,” kata HB X usai melepaskan kepergian tamunya, sebelum beranjak kembali masuk ke ruang dalam.

Bupati Purworejo yang sempat keluar dari kompleks Gedung Wilis memilih kembali ke halaman dalam gedung saat awak media meminta keterangannya. Di anak tangga, ia mengatakan, pertemuan itu lebih banyak membicarakan mengenai pengembangan wilayah seiring adanya pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

Berlokasi di Kulonprogo yang memiliki jarak sangat dekat dengan Purworejo, keberadaan bandara internasional itu akan sangat banyak mewarnai pengembangan pembangunan di Kabupaten Purworejo, khususnya di wilayah selatan. Setidaknya ada tiga kecamatan yang akan disiapkan menjadi border city dan diarahkan menjadi kawasan perindustrian.

Pihaknya siap menyediakan 2.000 hektare lahan untuk pengembangan wilayah selatan-selatan Purworejo, di mana akan diintegrasikan keberadaannya dengan NYIA. Dan hal itu perlu adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, utamanya DIJ, sehingga nantinya semua bisa terintegrasi dengan baik.

“Artinya kalau di DIJ itu ada aero city, kita akan kembangkan border city dan ini akan saling melengkapi keduanya,” jelas Agus Bastian.

Dalam lima tahun ke depan, Pemkab Purworejo juga akan melakukan perencanaan pengembangan industri dan pelabuhan laut dalam. Adanya pelabuhan menjadi cukup vital bagi Purworejo maupun DIJ karena selama ini belum ada pelabuhan laut dalam di kawasan selatan.

Kepala Bappeda DIJ Tavip Agus Rayanto yang Gubernur HB X saat pertemuan menyampaikan, pertemuan itu akan ditindaklanjuti dengan rapat bareng antara Purworejo dan Kulonprogo. “Karena dalam kaitan kerja sama aerotropolis yang ada itu kan tidak bisa dibatasi oleh adminstrasi. Ndak boleh itu,” katanya.

Disampaikan pula jika rencana pembangunan kota perbatasan juga akan membahas banyak hal, di antaranya, potensi kemacetan, daya dukung ekonomi dan daya dukung lingkungan, di mana harus dibahas bersama oleh kedua belah pihak. (udi/laz/ong)