GUNUNGKIDUL – Anggota DPRD Gunungkidul, kecuali ketua dan wakil ketua, sudah tidak membutuhkan kendaraan dinas. Belasan mobil dinas dikembalikan ke kantor Inspektorat Daerah.

“Mobil dinas itu akan digunakan kepala organiasasi perangkat daerah (OPD) baru,” kata Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Putro Sapto Wahyono.

Dia menjelaskan, jumlah kendaraan dinas dewan sebenarnya 19 unit. Namun empat unit masih dipakai ketua dan wakil ketua dewan.

“Jadi, pengembalian mobil dinas ini menyusul adanya Peraturan Pemerintah (PP) 18/2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD,” ujar Putro.

Sesuai PP, tunjangan wakil rakyat dinaikkan. Kenaikan masih dibahas. Besaran tunjangan disejajarkan dengan biaya sewa rental kendaraan.

Mobil dinas tersebut sudah terparkir di garasi kompleks Bangsal Sewokoprojo Wonosari. Di antaranya Avanza, Innova dan Kijang Kapsul.

“Ada kemungkinan, semua kendaraan digunakan oleh pejabat OPD baru yang belum memiliki kendaraan dinas,” ujar Putro.
Anggota DPRD Gunungkidul Immam Taufik setuju jika mobil dinas itu digunakan oleh eksekutif. “Daripada beli baru, kondisinya masih layak,” kata Immam.

Plt Sekwan DPRD Gunungkidul Supartono mengatakan semua kendaraan dewan kecuali milik pimpinan dan wakil telah dikembalikan ke pemkab. “Pemulangan alat transportasi dewan itu dilakukan secara bertahap,” kata Supartono. (gun/iwa/ong)