MAGELANG – Beredarnya kabar bohong atau hoax masih jadi perhatian kalangan masyarakat. Hoax membahayakan pembaca dan masyarakat dan persoalan ini permasalahan bersama. Karena tidak hanya bersumber dari media mainstream, namun dari media sosial yang rata-rata digunakan semua orang.

“Kami mengajak para wartawan muda yang dinamis, untuk tidak bergerak dengan jusnalisme yang terlalu bergegas. Karena akan ciptakan celah hukum yang akan tinggalkan luka,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesian (PWI) Provinsi Jawa Tengah Amir Machmud kemarin.

Menurutnya, ada tiga hal yang menunjukkan jurnalisme bagus. Yakni akuntabilitas, disiplin verifikasi, dan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat ini yang paling penting. “Berita yang baik bukan hanya sekadar sensasi, namun mampu mengembangkan daerah agar bisa tumbuh dan maju,” tambahnya.

Ia menyampaikan itu saat melantik pengurus PWI Kota Magelang 2017-2020. Prosesi pelantikan dilakukan dengan cara yang berbeda. Para wartawan mengenakan pakaian tradisional seperti lurik dan ikat kepala. Sementara yang perempuan mengenakan kebaya.

Sebelum dilantik, mereka berjalan beriringan memasuki area pelantikan di Balroom Hotel Atria Magelang. Paling depan ada seniman Eka Pradaning dengan model cucuk lampah dan disusul pengurus PWI di belakangnya.

Selama berjalan, di antara mereka ada yang menaburkan bunga. Tak jarang bunga juga ditaburkan dan diarahkan ke para tamu undangan. Simbol pelantikan, Ketua PWI Jateng Amir Machmud menaburkan bunga di atas kepala Ketua PWI Kota Magelang di hadapan para tamu undangan.

Menurut Amir, pelantikan ini merupakan yang paling unik sepanjang melantik pengurus PWI di 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kreasi, gagasan, dan ide wartawan di Kota Magelang, dinilai mengejutkan.

Tidak hanya berbeda dalam hal pelantikan. PWI Kota Magelang juga memiliki anggota yang rata-rata wartawan muda. Salah satu parameter dari organisasi yang berdaya tarik adalah menciptakan magnet bagi kalangan muda.

Pengurus yang dilantik di antaranya, Ketua Adi Daya Perdana, Wakil Ketua Joko Suroso, Sekretaris Wiwid Arif dan Ika Fitriani, Bendahara Ch Kurniawati. Ada juga bidang-bidang lain seperti Asef A, Tri Joko, Dewi dan lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyampaikan, Pemkot Magelang siap dikritik. Ia menginginkan ada problem solving dalam persoalan di pemkot. Pentingnya kritik, termasuk melalui pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab.

Itu demi kemajuan pembangunan daerah di berbagai bidang kehidupan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kalangan pers jangan wigah-wigih (sungkan, Red) untuk memberikan kritikan,” kata Sigit. (ady/laz/ong)