RADARJOGJA.CO.IDJajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIJ mengimbau kepada pelajar yang belum memunyai surat ijin mengemudi (SIM) agar tidak mengendarai sepeda motor di jalan raya. Imbauan ini menyusul adanya data yang menyebutkan bahwa sebagian besar korban kecelakaan lalu lintas di Jogjakarta melibatkan kalangan pelajar. Ironisnya, pelajar yang terlibat kecelakaan tidak memiliki SIM.

“Kalau belum punya SIM ya jangan bawa motor sendiri ketika ke sekolah. Minta orang tua atau saudara untu mengantarkan ke sekolah,” kata anggota Polantas Ditlantas Polda DIJ, Briptu Patar didepan siswa-siswi SMAN 2 Sleman, Rabu (27/9).

Selain itu, Patar meminta kepada pengendara sepeda motor, mobil, angkutan barang, dan angkutan umum selalu mentaati rambu lalu lintas. Sebab, terjadinya kecelakaan lalu lintas awalnya dipicu adanya pelanggaran seperti menerobos lampu merah, marka jalan, dan ngebut.

“Saat mengemudi pun harus konsentrasi. Fokus ke depan dan menjaga jarak dengan kendaraan yang ada di depan dan sampingnya,” pinta Patar.

Dalam kesempatan itu, seorang siswa bernama Dimas sempat menanyakan seputar prosedur pengurusan SIM. “Bagaimana prosedur mengurus SIM?,” kata Dhimas.

Mendengar pertanyaan tersebut, Patar menerangkan, masyarakat yang ingin mengurus SIM syarat utamanya adalah memunyai kartu tanda penduduk (KTP). Kemudian, mendaftar di Polres/Polresta, melakukan pengecekan kesehatan, mengikuti tes teori, dan terakhir mengikuti tes praktek. “Jika syarat-syarat itu terpenuhi maka akan mendapatkan SIM sesuai yang diinginkan,” jelas Patar.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari para nara sumber mendapatkan doorprize. (mar)