KARANGANYAR – Pengadilan Negeri Karanganyar akhirnya menjatuhkan vonis penjara kepada dua terdakwa kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta meninggal dalam kegiatan Diklatsar Mapala UNISI awal tahun lalu. Diklatsar bertajuk The Great Camping XXXVII digelar di Dusun Tlogodringo, Desa Gondusuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Berdasarkan fakta persidangan, kedua terdakwa, Muhammad Wahyudi dan Angga Septian terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 351 ayat (1) ke 3 junto pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Tindakan Kekerasan yang mengakibatkan luka berat atau meninggal dunia.

“Memutuskan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Wahyudi alias Yudi dengan hukuman kurungan 5 tahun 6 bulan. Dan terdakwa kedua Angga Septian dengan kurungan penjara 6 tahun,” tegas Ketua Majelis Hakim Mujiono didampingi dua hakim anggota Veny Wahyu Mustikarini dan Muh Navis dalam sidang kemarin (29/9).
Angga dijatuhi vonis enam bulan lebih lama dibanding Yudi karena dinilai lebih dominan saat melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

Vonis hakim tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Karanganyar yang meminta keduanya dihukum 8 tahun penjara.

Atas putusan tersebut JPU yang diwakili Tony Wibisono mengaku pikir-pikir. “Kami menunggu langkah hukum penasihat hukum terdakwa,” ujarnya.

Dalam sidang yang berlangsung sekitar enam jam sejak pukul 12.00, dua terdakwa mengenakan seragam Mapala UNISI tampak lebih sering tertunduk. Turut hadir menyaksikan sidang keluarga masing-masing terdakwa. Juga rekan-rekan terdakwa di Mapala UNISI yang usai sidang menghampiri dan bergantian memeluk Angga dan Yudi.
Sementara itu, Prima Apriana Ningtyas, penasihat hukum kedua terdakwa, enggan berkomentar banyak terkait putusan hakim. “Biar Pak Achiel saja. Tapi kalau melihat putusan itu sepertinya kedua terdakwa legawa,” ujar advokat dari Law Office Achiel Suyanto and Partners.

Sebagaimana diketahui, Diklatsar Mapala UII tersebut mengakibatkan tiga peserta meninggal, yakni Syaits Asyam, Muhammad Fadli, dan Ilham Nur Padmy.
Selain Angga dan Yudi, Polres Karanganyar juga menetapkan enam tersangka lain atas perkara yang sama. (rud/yog/jpg/ong)