JOGJA – Sempat dikabarkan bakal manggung di Stadion Kridosono, Kota Jogja, venue pentas grup band rock progresif Dream Theater digeser di kompleks Candi Prambanan. Belakangan, penyelenggara event bertajuk JogjaROCKarta mengalihkan kembali panggung konser band asal Amerika Serikat di Stadion Kridosono nanti malam.

“Pemindahan lokasi ini terbilang mendadak. Bersyukur para artis termasuk Dream Theater menyetujui dan tidak keberatan atas keputusan ini,” ungkap CEO Rajawali Indonesia Communication sekaligus Founder JogjaROCKarta Anas Syahrul Alimi pada jumpa pers di Bogeys Hyatt Regency kemarin (29/9).

Dalam kesempatan tersebut sebagian musisi rock Indonesia turut berkomentar mengenai masalah terkait. Vokalis God Bless Ahmad Albar mengaku baru diberitahukan penindakan venue dua hari sebelum konser berlangsung.

“Pihak penyelenggara sudah berusaha semaksimal mungkin dan kami ingin tetap menghibur para penikmat musik rock di Jogjakarta. Di mana pun lokasinya kami akan suguhkan yang terbaik,” ungkap musisi berambut kribo itu.

Kendati demikian, Iyek, sapaan akrabnya, menyatakan Dream Theater sangat layak tampil di kompleks Candi Prambanan. Dengan tampil di heritage yang diakui UNESCO itu Iyek meyakini kehadiran Dream Theater akan turut mengangkat nama Indonesia di mata dunia.

“Saya pribadi menyayangkan (penggeseran venue, Red) karena ingin juga tampil di area tersebut. Tapi apa pun yang keputusannya kami tetap mendukung pihak penyelenggara,” lanjutnya.

God Bless siap membawakan sebelas lagu andalan. Sementara band Death Vomit yang turut tampil di hari pertama akan menggandeng gitaris asal Jogja Eross Sheila on 7.

“Tidak diragukan lagi skill Eross bermain gitar. Di konser ini kami ingin dia memberi warna baru untuk lagu kami yang beraliran rock,” papar personil Death Vomit Tofyan.

Deretan band kenamaan tanah air seperti Burgerkill, Power Metal, Kelompok Penerbang Rocket, Roxx, Pas Band, dan Something Wrong juga dipastikan tampil menghibur 15 ribu penonton.

Sebagaimana diketahui, penggeseran venue konser Dream Theater dari Prambanan ke Kridosono menyusul adanya protes Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI).

Melalui surat tertulisnya, Ketua Umum IAAI W. Djuwita S. Ramelan menyatakan keberatan lantaran Candi Prambanan adalah tempat sakral dan wilayah suci umat Hindu. Selain itu, berdasarkan hasil kajian tim Balai Konservasi Borobudur atas konser Prambanan Jazz pada 20-21 Agustus lalu. “Bahwa tingkat kebisingan melebihi ambang batas yang ditentukan karena lebih dari 60 dB. Sehingga dapat menimbulkan efek merusak pada struktur ikatan batu-batu candi,” katanya. (ita/yog/ong)