RADARJOGJA.CO.ID – Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar di wilayah Sleman membuat PT Jasa Raharja dan Direktorat Lalu Lintas Polda DIJ prihatin. Atas keprihatinan tersebut, lalu dua lembaga ini menyambangi SMAN 1 Sleman untuk memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas dan tata cara pengurusan santunan kecelakaan lalu lintas, Selasa (26/9).

Dalam kesempatan itu, Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung SE MM mengatakan, sejak Juli 2017 lalu santunan kecelakaan naik 100 persen. Kenaikan santunan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan atau PMK Nomor 15 Tahun 2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara.

Untuk santunan korban kecelakaan lalu lintas diatur dalam PMK Nomor 16 Tahun 2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas. “Kenaikan ini karena biaya perawatan mengalami kenaikan,” kata Wahyu.

Wahyu meminta kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan atau melihat ada peristiwa kecelakaan di jalan raya segera melaporkan ke kantor polisi terdekat dan PT Jasa Raharja. Dengan adanya laporan tersebut petugas PT Jasa Raharja akan melakukan pengecekan ke kantor kepolisian dan rumah sakit tempat korban dirawat.

“Petugas akan memberikan garansi leter kepada rumah sakit atas nama pasien kecelakaan tersebut bahwa si pasien dijamin oleh PT Jasa Raharja,” terang Wahyu.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari para nara sumber mendapatkan doorprize.(mar)