RAUT muka berseri tampak pada setiap wajah para peserta yang terpilih sebagai lima perwakilan Zetizen Summit 2017 dari Jogjakarta. Pukul 03.30 menjadi waktu keberangkatan peserta yang akan mengikuti Zetizen Summit 2017 di Grand Whiz, Trawas, Mojokerto dari Senin hingga Kamis (25-28/9). Peserta excited dengan rangkaian acara yang sudah disiapkan panitia.

Sampai di Surabaya, peserta diarahkan ke Graha Pena Jawa Pos untuk mengikuti rangkaian acara yang diagendakan hari pertama. Rangkaian hari pertama antara lain briefing untuk kegiatan dua hari ke depan, company visit ke redaksi Jawa Pos, DBL Academy, dan kantor DBL.

Kunjungan ke ruang redaksi Jawa Pos menjadi hal yang dianggap mengasyikkan oleh para peserta dari Jogja. “Keren banget ada biliarnya segala,” kata salah satu peserta, Nabilla Zannuba. Di ruangan itu mereka dijelaskan soal bagaimana deadline wartawan Zetizen, layout yang dikerjakan tim Zetizen.

Mereka juga memasuki kantor Developmental Basketball League (DBL) yang terlihat sangat fun untuk mengimbangi pekerjaan tim DBL Indonesia yang penuh deadline. Peserta antusias memasuki kantor ini.

“DBL sebenernya sudah ada dari tahun berapa sih?” tanya Ferian Febriansyah, salah satu peserta dari Jogjakarta kepada pemandu yang juga salah satu tim dari DBL Indonesia.

Kunjungan selanjutnya, peserta diajak memasuki lapangan DBL Academy yang saat itu sedang digunakan latihan para anggota DBL Academy beserta coach yang mendampingi. Peserta senang bisa berada di arena berstandar internasional. Sambil melihat anak-anak yang berlatih, peserta bermain basket di lapangan tersebut.

Tempat terakhir adalah DBL Store yang menjual pernik-pernik khas DBL sepertu gelang, jersey basket, dan pelengkap olahraga lain. Tampak peserta termuda kontingen Jogjakarta, Maria Angelita membeli gelang berwarna biru yang menjadi warna kesukaannya. “Mumpung ke sini kan ya, jadi beli aja sekalian,” kata cewek yang sering dipanggil Lita.

Soal perlengkapan apa yang mereka siapkan untuk Zetizen Summit 2017, Lita menceritakan kalau ia membawa perlengkapan pribadi dan caping untuk cultural performance besok (26/9) malam. Berbeda dengan Zannuba yang membawa perlengkapan untuk final interview khusus untuk kompetisi yang diselenggarakan untuk anak-anak muda tingkat nasional ini. (sde/iwa/ong)