SOLO – PSS Sleman menelan kekalahan pada lawatannya ke markas Persis Solo, Stadion Manahan, kemarin (24/9) petang. Gol tunggal di partai itu dicetak Tri Handoko pada menit 85. Memanfaatkan umpan tarik Dedi Cahyono Putro setelah melewati pengawalan bek PSS.

Meskipun disambut sukacita seisi stadion, Ndok, panggilan Tri Handoko, tidak melakukan selebrasi. Ia hanya mengangkat tangan ketika dikerubungi rekan-rekannya.

Pemain bernomor punggung 10 itu bahkan tak kuasa menahan haru di sesi jumpa pers. Menurutnya, pertandingan melawan PSS berjalan sangatsulit. Tidak hanya dari permainan lawan yang lebih menguasai permainan, namun juga karena melawan bekas timnya.

“Semoga ke depan Solo lebih baik lagi. Saya terharu karena bisa memenangkan pertandingan, yang kedua karena mencetak gol ke gawang mantan tim yang membesarkan nama saya,” ungkapnya.

Hal itu juga diamini Pelatih Persis Solo Widyantoro. Menurutnya, kemenangan itu salah satunya karena keberuntungan yang didapat Agung Prasetyo dkk. Karena di luar dugaannya, Sleman memberikan perlawanan sengit.

“Tapi jelang pertandingan berakhir dari menit ke menit kami banyak melakukan tekanan. Lalu kami berani bermain dengan tiga striker, sehingga banyak peluang. Skema berjalan baik dan bisa cetak gol,” ungkapnya.

Di sisi lain, kekalahan ini cukup disesali PSS. Sebab secara permainan sedikit mengungguli. Termasuk beberapa peluang di babak kedua. “Di awal kami bermain sangat bagus. Tapi sportif, kami akui Solo bermain dengan semangat. Mereka melawan capek setelah dari away. Sementara kami di menit akhir tidak konsentrasi sehingga kebobolan,” ujar Pelatih PSS Freddy Muli.
PSS sejak awal mungkin sudah memprediksi Persis akan bermain ofensif untuk mengamankan poin di kandang. Freddy sebenarnya cukup jeli dengan menempatkan tiga stoper di depan kiper.

Achmad Hisyam, Waluyo, Jodi Kustiawan diturunkan dengan dilapisi Arie Sandy di gelandang bertahan yang bertugas menyapu bola. Belum termasuk Ardi Idrus dan Bagus Nirwanto di wingback kiri dan kanan. Sementara lini tengah mengandalkan Dirga Lasut, Busari dan Kito Chandra untuk menopang Riski Novriansyah.

Sayang, strategi itu keropos di menit-menit akhir. Digempur barisan Persis mengandalkan Tri Handoko yang masuk di babak kedua, Rudiyana, dan Dedi Cahyono yang kerap menerobos sisi kanan pertahanan Super Elang Jawa. “Memainkan tiga stoper itu bagian dari strategi. Harusnya tetap bisa konsentrasi sampai akhir pertandingan,” cetusnya.

Kekalahan ini membuat PSS tergusur oleh Persis di posisi puncak yang mengoleksi poin empat. PSS tepat di bawahnya dengan tiga poin. Kemenangan Cilegon United atas PSPS 1-0 membuat Cilegon menempel PSS dengan poin sama. Sementara PSPS berada di posisi buncit dengan poin satu. Selanjutnya PSS akan melawat ke Pekanbaru, sementara Persis menjamu Cilegon United empat hari ke depan. (riz/laz/ong)