Pembangunan Jembatan Sudah Sesuai Kondisi Jalan

JOGJA – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kota Jogja memastikan jembatan layang Lempuyangan masih layak dilewati. Informasi jika pembangunan jembatan layang Lempuyangan tidak sesuai dan sudah retak, dikatakan tidak benar.

“Kalau dikatakan jembatan retak, nyatanya aspal yang melapisi tidak retak, artinya tidak ada masalah,” jelas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPKP Kota Jogja Umi Akhsanti ketika dikonfirmasi Senin (25/9). Belum lama ini Umi mengaku juga sudah melakukan assessment belum lama ini, dan secara visual dinyatakan kondisi jembatan layang Lempuyangan tidak ada masalah. “Laporan secara tertulis belum, tapi dilihat fisiknya tidak ada masalah,” tambahnya.

Umi menambahkan dalam konstruksinya, jembatan yang dibangun Pemprov DIJ pada 1988 lalu itu sudah sesuai perencanaan. Diakuinya seharusnya, untuk jembatan layang terdapat area lurus sebelum turun. Tapi karena keterbatasan lahan di sana, maka dibuat naik langsung turun, tanpa area lurus. “Sejak dibangun dulu sudah seperti itu, disesuaikan dengan kondisi jalan,” ujarnya.

Untuk usia jembatan layang sendiri, Umi mengaku tidak hafal, tapi upaya untuk memperlama usia pakai jembatan rutin dilakukan Pemkot Jogja bersama Pemprov DIJ. “Tahun ini ada perawatan untuk pengecatan ulang supaya tidak karatan,” jelasnya.

Tapi Umi mengkhawatirkan terkait rencana penutupan jalan sebidang di bawah jembatan layang oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Menurut dia penutupan jalan di bawah jembatan layang akan mengalihkan beban lalulintas ke atas jembatan. “Apalagi kalau beban bertambah, akan makin banyak kendaraan yang berhenti di atas jembatan,” ungkapnya. (pra/ong)