Penyegaran dan Dapat Materi Berbeda

MUNGKID – Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang menggelar kuliah umum dengan tema Tantangan dan Peluang Pendidikan Vokasi Pertanian di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Jurusan Penyuluhan Peternakan STPP Magelang Tahun Akademik 2017/2018. Dari kuliah ini diharapkan mahasiswa mendapatkan penyegaran dan materi yang berbeda dari paket mata kuliah yang selama ini diterima. Mahasiswa bisa terampil dan handal di bidang peternakan.

Kuliah umum diikuti 435 mahasiswa dan dosen. Ketua STPP Magelang Ali Rachman mengungkapkan beberapa manfaat diselenggarakannya kuliah umum. Peserta mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang program pendidikan pertanian di luar yang selama ini diperoleh.

“Mahasiswa mempunyai wawasan tentang peternakan di Indonesia,” katanya. Kuliah umum dilaksanakan di Jalan Magelang-Kopeng Km 7, Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Kuliah umum ini dirasa tepat, mengingat sebagian besar mahasiswa adalah non-PNS dan saat ini belum bekerja.

Adapun latar belakang penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan baik. Dalam arti efektif dan efisien dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada. Termasuk sumber daya alam, teknologi, modal, dan sumberdaya manusia, apabila dibarengi sistem penyelenggaraan yang baik, akuntabel, dan transparan.

STPP Magelang menyelenggarakan ini dengan latar belakang lingkungan Kementerian Pertanian, yang sebagian besar peserta didiknya alumni SMK. SPP Pertanian saat ini belum ada ikatan dinas/PNS. Sedangkan mahasiswa tingkat akhir sudah berstatus PNS merupakan “kawah candradimuka” penyuluh pertanian, yang notabene agent of change perilaku masyarakat. Oleh karena itu sangat tepat apabila mahasiswa dibekali pembinaan karakter penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, serta berjiwa wirausaha. (ady/laz)