SLEMAN – Manajemen PSS Sleman meminta kepada seluruh suporter PSS Sleman, baik BCS, Slemania dan Sleman Fans untuk tidak datang pada pertandingan Persis Solo vs PSS Sleman, Minggu (24/9) besok.
Hal itu merujuk pada surat Kapolda Jawa Tengah No. B/6858/VII/2017/JTG tanggal 26 Juli 2017 yang menerangkan, suporter PSS Sleman dilarang untuk mendampingi timnya di seluruh area kepolisian Jawa Tengah. Surat tersebut juga yang mendasari Panpel Persis Solo menyurati manajemen agar suporter tim tamu tidak perlu datang.

Surat bernomor 220/Pan_Persis/IX/2017 itu dikeluarkan Rabu (20/9). Perihal surat tersebut dengan tegas menyatakan pelarangan hadir terhadap suporter PSS. Surat bertanda tangan Ketua Panpel Didik Daryanto.”Tamu yang baik adalah tamu yang menghormati tuan rumah. Kami tentu akan mengikuti aturan yang ditetapkan Polda dan Panpel,” ujar manajer PSS Arif Juli Wibowo kepada Radar Jogja.

Selain itu, pihaknya juga telah menghimbau suporter PSS untuk tidak datang melawat ke Solo. “Suporter sudah saling komunikasi tentunya,” imbuh pria yang juga berprofesi dokter RSUD Sleman tersebut.

Salah satu anggota Presidium Slemania Asep Handi Kurniawan mengatakan, pihaknya tidak akan memberangkatkan suporter ke Solo dan mengaku akan tetap mengikuti aturan. Hal itu agar kondisi yang mulai berangsur-angsur membaik ini tidak kembali gaduh.

“Biar adem dulu, dan jalinan persaudaraan antara Sleman dan Solo tetap terjaga.Selain kami juga mengacu belum adanya pencabutan surat dari Polda Jateng. Meskipunsebenarnya kami menyesalkan Kapolda Jateng yang tak kunjung mencabut larangan itu,” ungkapnya.

Ketidakhadiran suporter tamu sedikit disayangkan oleh suporter tuan rumah. Sebab beberapa waktu terakhir, hubungan suporter kedua tim mulai terjalin baik. “Sebenarnya kami mengharapkan suporter BCS bisa datang. Ini kesempatan untuk melanjutkan niatan damai,” jelas Wakil Presiden Pasoepati Ginda Ferachtriawan seperti dikutip dari Radar Solo. (riz/din/ong)