SLEMAN – Seorang pemuda, HK, 33 babak belur menjadi bulan-bulanan massa setelah menjambret pada siang bolong, di Jalan Pundong, Nogotirto, Gamping, Sleman, kemarin (22/9). Beruntung, nyawa pemuda asal Kasihan, Bantul, ini tertolong setelah aparat kepolisian dari Polsek Gamping datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Aksi itu bermula ketika korban seorang wanita asal Nogotirto tengah berhenti di pinggir jalan sambil memainkan handphone. Dari arah belakang, pelaku yang mengendarai motor matik menyambar HP korban dan langsung tancap gas. “Korban yang kaget meneriaki jambret,” kata Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi kemarin.

Warga sekitar yang mendengar teriakan korban, segera melakukan pengejaran. Entah kenapa tiba-tiba sang pembalap dadakan ini tiba-tiba tersungkur bersama sepeda motornya. Warga yang mengejar segera menangkap pelaku.

Tanpa babibu, warga yang geram segera menghakimi pelaku di tempat itu juga. Beruntung, aparat kepolisian yang saat itu bertugas segera datang ke TKP. Warga kemudian menyerahkan pelaku dalam kondisi bonyok akibat bogem mentah.

“Setelah diinterogasi, korban mengaku nekat melakukan perbuatan tersebut karena sedang terlilih utang,” jelas perwira melati satu di pundak ini.

Menurut Kompol Herwinedi, pelaku terjatuh karena grogi setelah banyak massa yang mengejar. Menurut dia, pelaku termasuk nekat karena aksi itu dilakukan di siang bolong dan relatih banyak warga yang berlalu lalang di tempat tersebut.

Guna menghindari aksi serupa terulang, kapolsek mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat membawa barang berharga, seperti HP, tas, dan perhiasan saat berkendara. “Penjahat jalanan akan memanfaatkan setiap kelemahan kita. Jadi, selalu waspada terhadap aksi-aksi kejahatan seperti penjambretan,” jelasnya. (bhn/laz/ong)