BANTUL – Problem tahunan saat musim kemarau sepertinya segera teratasi. Bupati Bantul Suharsono meminta problem kekurangan air bersih yang menimpa sebagian desa saat musim kemarau tertangani tuntas. “Ini kan penyakit tahunan. Tapi kok dipelihara. Mben tahun kok ngobati,” ketus Suharsono saat memantau droping air di RT 04 Kampung Saradan Dusun Karangtalun, Wukirsari, Imogiri, kemarin sore.

Suharsono melihat sebagian desa di wilayahnya rutin langganan kekeringan air saat musim kemarau. Namun, solusi yang ditawarkan selama ini hanya droping air. Padahal, sebagian wilayah ini sebenarnya berpotensi memiliki sumber mata air.

Karena itu, pensiunan perwira menengah Polri ini meminta organisasi perangkat (OPD) terkait menggandeng ahli geologi. Itu untuk mencari titik yang berpotensi mengeluarkan sumber mata air baru.”Nanti mesin (pompa) kami bantu,” tegasnya.

Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengaku sebenarnya telah merealisasikan gagasan yang disampaikan bupati. Pada 2015, misalnya, BPBD membangun instalasi sumur baru di sejumlah desa.

Manfaatnya, jumlah desa yang mengalami kekurangan suplai air bersih menurun.”Dari 25 menjadi 19 desa,” sebutnya.
Dengan dukungan penuh dari bupati, Dwi menegaskan, BPBD bakal melanjutkan program serupa pada 2018. Bahkan, Dwi mempersilakan masyarakat mengajukan pembangunan instalasi sumur di wilayahnya masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Desa Wukirsari Bayu Bintoro mengatakan, kekurangan air bersih di Dusun Karangtalun akibat kerusakan mesin pompa. Genset pompa rusak pada akhir tahun lalu lantaran uzur.”Kami anggarkan perbaikannya pada APBDes perubahan,” tambahnya.(zam/ong)