GUNUNGKIDUL – Droping air bersih dari pemerintah untuk warga yang tinggal di zona kekeringan belum merata. Di Desa Tepus, Kecamatan Tepus misalnya, banyak kepala keluarga (KK) menanti bantuan air.

Kasi Pelayanan Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Salip Sasmito mengatakan selama ini bantuan distribusi air bersih belum merata. Kondisi demikian membuat penduduk setempat kewalahan. Barang berharga yang dimiliki terpaksa dijual.

“Padahal wilayah kami ada 20 padukuhan dengan jumlah 2.369 kepala keluarga, 912 di antaranya masuk KK kurang mampu,” kata Salip Sasmito, kemarin (21/9).

Selain mengandalkan bantuan swasta, sebenarnya pemerintah bisa memasang sambungan air bersih dengan menggunakan pipa. Keinginan tersebut sudah disampaikan melalui pejabat terkait dan tinggal menindaklanjuti.

“Untuk sementara, kami berkomunikasi dengan pihak swasta atau instansi agar menyalurkan bantuan ke sini, terutama bagi keluarga tidak mampu,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Karsiti, 42, mengatakan dampak kekeringan tahun ini sangat melelahkan. Selama ini keluarganya sudah membeli air enam tangki milik swasta.

“Saya beli dari tangki yang biasa berkeliling, satu tangki Rp 120 ribu, karena sampai sekarang bantuan dari pemerintah belum masuk,” kata Karsiti.

Warga Padukuhan Pacungan, Desa Tepus itu mengungkapkan penghasilan sebagai buruh tani jelas tidak mencukupi untuk membeli air. Di desanya, sudah sejak lima bulan terakhir tidak turun hujan. “Dengan penghasilan Rp 20 ribu per hari tentu tidak cukup,” ucapnya.

Warga lain, Mutini, 35, mengatakan wilayahnya ada telaga. Namun ketika dibangun menggunakan beton daya simpan air justru berkurang dan cepat mengering.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono mengatakan permintaan droping air meningkat. “Petugas bekerja sampai larut malam dengan menggunakan armada yang jumlahnya terbatas,” kata Sutaryono.

Dikatakan, selama ini BPBD telah melakukan droping air lebih dari 1.500 tangki. Sedikitnya sudah ada 12 kecamatan dari 18 kecamatan yang membutuhkan bantuan droping air bersih.

“Jika membutuhkan bantuan air bersih silakan mengajukan permintaan, langsung kami kirim,” ujar Sutaryono. (gun/iwa/ong)