RADARJOGJA.CO.ID – Pengamat Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Suwarsono Muhammad mengatakan, umat Islam masih memiliki waktu untuk membangkitkan ekonomi dan menjauhkan dominasi ekonomi negara barat. Sinyalemen ini mulai terlihat pasca adanya perlawanan politik yang terjadi pada 1970an kemudian disusul adanya revolusi Iran dan peristiwa 9 September 2001 silam.

“Sistem ekonomi Islam mulai diperhitungkan. Ini tanda Islam akan menguasai ekonomi di dunia,” kata Suwarsono saat mengisi acara Stadium General di Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (16/9).

Namun sayang, munculnya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) membuat citra islam rusak. Apalagi, ISIS kerap berbuat brutal dan perbuatannya jauh dari nilai-nilai islam. Sehingga, perbuatan tersebut mengesankan islam sebagai agama yang radikal dan jauh dari humanisme.

“Ini menjadi tugas kita semua umat islam untuk menunjukkan kepada dunia bahwa islam tidak sejahat yang mereka pikirkan,” papar Suwarsono.

Karena itu, untuk mengatasi menurunnya citra islam tersebut perlu adanya rekonstruksi peradaban Islam. Meski sudah lama menjadi topik diskusi namun belum ada tanda adanya kebangkitan peradaban islam. “Kita harus selalu optimis bahwa islam nanti akan menerangkan semua umat,” jelasnya. (mar)