GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul kembali melakukan pengadaan kendaraan dinas. Belanja modalnya mencapai Rp 4,8 miliar.

Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Putro Sapto Wahyono mengatakan kendaraan dinas tersebut diberikan untuk pegawai di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan.

“Hari ini (kemarin) sebanyak 35 unit sepeda motor juga telah diambil oleh instansi OPD dan pegawai kecamatan,” kata Putro Sapto Wahyono kemarin (13/9).

Di samping sepeda motor, terdapat empat unit mobil dan lima unit ambulans telah diserahkan. Rinciannya, empat unit mobil itu didistribusikan ke Dinas Sosial, Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, Perpustakaan Daerah, dan Polisi Pamong Praja.

Lima ambulans didistribusikan ke puskesmas. Lalu dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman, Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan dan pikap untuk Kantor Pasar. “Jadi, total anggarannya mencapai Rp 4,8 miliar,” ujarnya.
Namun masih ada empat OPD yang belum mendapatkan jatah seperti Dinas Kesbang, Perindustrian Perdagangan, Pertanahan dan Tata Ruang dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM.

“Rencananya, keempat OPD yang belum menerima kendaraan operasional tersebut dianggarkan Oktober mendatang,” terangnya.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul Imam Taufik mengatakan pembelian kendaraan dinas tidak masalah asalkan kemampuan keuangan daerah memungkinkan. Apalagi fasilitas kendaraan dinas sangat penting untuk menunjang tugas pokok fungsi pegawai.

“Yang terpenting kendaraan dioperasionalkan sesuai kebutuhan. Jangan dibawa pulang atau digunakan untuk kepentingan pribadi,” kata Imam Taufik.

Bagi pejabat OPD yang belum mendapatkan kendaraan dinas diminta jangan terlalu galau. Sebab mereka bias memanfaatkan kendaraan milik dewan yang sebentar lagi dikembalikan ke bagian aset.

“Kami dari Komisi D sudah mengembalikan kendaraan dinas. Sekarang sudah dikandangkan,” ujarnya.

Asalkan kemampuan anggaran mencukupi, bisa saja nanti dalam perubahan dapat diusulkan kembali. Atau dalam APBD murni tahun depan nanti dapat diajukan namun tetap harus mempertimbangkan skala prioritas. (mg4/gun/iwa/ong)