RADARJOGJA.CO.ID – Sastra tak pernah punah dimakan jaman. Sastra akan terus berkembang sesuai jamannya. Setidaknya ini lah yang ingin ditunjukkan oleh para penyair di Jogjakarta. Sebagai wujud eksistensi dunia sastra, sejumlah penyair akan menggelar pementasan di kompleks RRI Jogja di Jalan Affandi, Demangan, Jogja, Jumat (15/9).

Berbeda dengan pementasan tahun sebelumnya, Mimbar Pertunjukan Sastra 2017 ada tiga grup yang akan menyajikan sastra manca. Yakni, Regenboegen Sastra Jerman UNY, Savanna Sastra Inggris UMY, dan kelompok mahasiswa Cina Sasindo UAD. Sedangkan penyair Indonesia akan menampilkan Kamasutra sastra Jawa yang dibawakan mahasiswa UGM. Dalam pementasan kali ini mengambil tema Melintas Ruang Kemanusiaan: Sastra Dunia, Sastra Indonesia, Sastra Nusantara.

“Bentuk pertunjukannya bermacam-macam. Ada yang berbentuk dramatisasi, musik puisi, dan ada pula yang menampilkan operet,” kata Ketua Panitia, S. Arimba Harmono dalam siaran persnya kepada Radar Jogja Online kemarin.

Selain itu, ada pula penampilan individu dari penyair yang tinggal di Jogja. Para penyair tersebut yang berasal dari berbagai daerah akan membacakan karyanya dalam bahasa daerahnya masing-masing. Mereka adalah Iman Budhi Santosa yang akan membacakan karyanya dalam Bahasa Jawa dan Indonesia, Hamdy Salad akan membacakan syair-syair berbahasa Arab, dan Indrian Koto yang akan membaca puisi berbahas Padang dan Indonesia.

Kemudian Mira Antigone yang akan membaca puisi berbahasa Bali, Bustan Basir Maras dari Mandar yang akan membaca puisi berbahasa Mandar, dan beberapa penyair lain yang akan membacakan karyanya dalam berbagai bahasa.

“Acara ini sebagia bentuk apresiasi terhadap nilai luhur yang terkandung dalam khazanah sastra. Sastra dalam hal ini adalah sastra dalam artian luas, baik sastra Indonesia modern (termasuk sastra dunia) dan sastra daerah (nusantara),” terang Harmono. (mar)