GUNUNGKIDUL – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Karangrejek, Kecamatan Wonosari masih sepi peminat. Besaran tarif diduga menjadi salah satu pemicu keengganan masyarakat untuk menghuni.

“Oleh sebab itu sekarang ada penetapan tarif baru Rusunawa Karangrejek,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rusunawa Karangrejek, Nurgiyanto.

Sebelum ada perubahan, biaya tertinggi berada di lantai dua dengan biaya sewa Rp 265 ribu. Lantai di atasnya biaya sewa mulai Rp 120 ribu hingga Rp 265 ribu per bulan dan harga disesuaikan dengan letak kamar.

Untuk saat ini tarif yang berlaku khusus bagi difabel di lantai satu sebesar Rp 75.000, sedangkan bagi penghuni umum di lantai dua Rp 175.000, lantai tiga Rp 150.000, lantai empat Rp 125.000, dan lantai lima Rp 125.000.

“Tarif tersebut lebih murah dengan tarif sebelumnya. Tarifnya sekarang lebih jelas karena sudah ditetapkan. Kami menyosialisasikannya juga akan lebih mudah dan meyakinkan karena tarifnya murah,” ujar Nurgiyanto.

Diakuinya, hingga sekarang Rusunawa Karangrejek memang belum dapat dihuni. Sejumlah ruangan masih direnovasi. Ada juga perbaikan instalasi listrik dan air. Semua kebutuhan tersebut sangat vital.

“Renovasi dilakukan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” kata Nurgiyanto.

Disinggung mengenai target rampung, dia tidak dapat memberi jawaban pasti. Nurgiyanto hanya menyampaikan perbaikan atau renovasi baru mulai pertengahan Agustus.

Meski demikian, sosialisasi mengenai turun harga tarif Rusunawa Karangrejek terus disampaikan kepada masyarakat. “Kepada warga yang berminat untuk menghuni rusunawa,” katanya.

Menurut dia, dari kapasitas 196 kamar sekarang sudah ada 109 warga yang mendaftarkan diri. Namun dari sekian itu baru 25 warga mengembalikan formulir pendaftaran. “Kalau terpenuhi semua mungkin sulit, tapi banyak warga yang berminat,” kata Nurgiyanto.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono berharap tarif murah dapat menambah minat masyarakat untuk tinggal di Rusunawa Karangrejek.

“Tarif lama dinilai terlalu mahal, sehingga menurunkan minat masyarakat. Untuk itu kami mengusulkan adanya subsidi tarif Rusunawa Karangrejek,” kata Eddy Paraptono. (gun/iwa/ong)