RADARJOGJA.CO.ID – Tak semua warga negara Indonesia mengetahui siapa saja yang berhak mendapatkan santunan kecelakaan dan bagaimana cara mengurus ke PT Jasa Raharja. Hal ini terlihat dalam sebuah sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan perpajakan kendaraan bermotor, bea balik nama dan prosedur tata cara pengurusan santunan PT Jasa Raharja di Pendapa Kecamatan Gondokusuman, Jogja, Rabu (13/9).

Dalam kesempatan itu, seorang warga bernama Suwarta menanyakan seputar pengemudi kendaraan bermotor yang menjadi korban kecelakaan namun tidak memunyai surat ijin mengemudi (SIM), apakah berhak mendapatkan santunan?

Mendapat pertanyaan tersebut, Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung SE MM mengatakan korban kecelakaan yang tidak memunyai SIM tetap berhak mendapatkan santunan. Dengan catatan, kendaraan telah membayar iuran sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ).

Menurutnya, kepemilikan SIM tidak ada hubungannya dengan persyaratan pengurusan santunan. Namun demikian, pengemudi kendaraan bermotor yang tidak memunyai SIM nantinya akan berurusan dengan kepolisian.

“Baik yang luka-luka maupun meninggal tetap berhak mendapatkan santunan. Hanya, nanti dia akan berhubungan dengan kepolisian,” terang Wahyu.

Wahyu menambahkan, tugas pokok PT Jasa Raharja adalah membayar santunan bagi korban kecelakaan. Perintah ini sesuai dengan UU Nomor 33 dan UU Nomor 34 Tahun 1964. Selain itu, perusahan plat merah ini memiliki tugas menghimpun dana dari masyarakat.

“PT Jasa Raharja sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Salah satunya dengan membuka layanan mobile service yang setiap hari tugasnya mendata korban laka lantas di unit laka lantas baik polsek/polres maupun rumah sakit,” papar Wahyu.

Apabila dalam pendataan itu ada korban kecelakaan sedang menjalani perawatan di rumah sakit maka petugas PT Jasa Raharja akan mengunjungi korban tersebut. Ketika korbans sudah tercatat dalam laporan polisi maka pihaknya akan memberikan Guarante letter atau surat jaminan kepada rumah sakit atas nama korban.

“Biaya perawatan akan ditanggung oleh PT Jasa Raharja maksimal Rp 20 juta. Pihak rumah sakit yang akan menagihkan ke PT Jasa Raharja,” jelas Wahyu.

Bagaimana bila korban meninggal dunia? Wahyu menegaskan, petugas PT Jasa Raharja akan melakukan jemput bola. Selain melakukan takziah kepada keluarga korban juga akan membantu segala persyaratan mulai dari rumah sakit, kelurahan, dan kepolisian.

“Jika ahli waris belum memiliki buku tabungan maka kami akan bantu untuk membuatkan buku tabungan. Sebab, santunan akan diberikan melalui rekening bank,” ungkap Wahyu.

Kepala KPPD Samsat Kota Jogja dra Karti Peni Mahanani mengatakan, membayar pajak kini sangat mudah dan cepat. Untuk mempercepat layanan pembayara pajak kendaraan Pemkot Jogja telah membuka kantor layanan di sejumlah titik. Selain di Samsat Kota Jogja, ada pula loket khusus seperti di Kelurahan Wirogunan dan melalui ATM Bank BPD DIJ dengan sistem E-Samsat.

“Setiap harinya rata-rata kendaraan bermotor yang menggunakan loket khusus ini mencapai 400 kendaraan,” kata Karti.

Kasie STNK Ditlanrtas Polda DIJ Kompol Luthfi menerangkan, bagi pemilik kendaraan bermotor yang telah menjual kendaraanya segera melaporkan ke kantor Samsat. Tujuannya agar pembeli melakukan balik nama dan untuk menghindari tindak kejahatan.

“Pembayaran pajak akan semakin muda. Sebab, tak lama lagi pemerintah akan meluncurkan inovasi baru yaitu pembayaran pajak akan dilakukan secara online di Pulau Jawa dan Bali,” kata Lutfhfi. (mar)