RADARJOGJA.CO.ID – Wakil Rektor Bidang Konsolidasi dan Peningkatan Kualitas Akademik UAD, Dr Muchlas mengatakan, tantangan yang dihadapi Ilmu Psikologi semakin komplek. Sebab, psikologi tak sekadar menyentuh civil society saja tapi kini muncul virtual society. Sebab, dalam virtual society tidak ada interksi langsung tatap muka antar manusia melainkan terhubung melalui teknologi internet.

Virtual society sulit dikenali dan dikendalikan,” kata Muchlas.

Dari fenomena tersebut, Muchlas meminta kepada Asosiasi Psikologi Islam (API) ikut memberikan solusi bagaimana mengatasi masalah tersebut. Sebab, dalam virtual society kerap muncul cyber bullying.

“Masalahnya, antara pelaku dan korban bullying tidak saling bertatap muka bahkan tidak saling mengenal. Nah, bagaimana peran API ini dalam mengatasi korban bullying di internet,” tambah Muchlas.

Guru Besar Psikologi UGM Prof Dr Djamaludin Ancok mengatakanPsikologi Islam memiliki peran sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Islam telah ikut mengajarkan bagaimana manusia berinteraksi dan mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat. Sebagai contoh, islam mengajarkan zakat, beramal, dan berkomunikasi dengan baik.

“Silaturahmi merupakan salah satu contoh ajaran yang sangat bagus. Sebab, dengan silaturahmi manusia mengenal satu sama lain termasuk silaturahmi yang diselenggarakan API ini menjadi momentum sharing ilmu psikologi,” kata Djamaludin.

Dekan Fakultas Psikologi UAD, Dr Choirul Anam mengatakan pertemuan ini adalah pertemuan organisasi sekaligus perorangan. Sebab, para peserta merupakan Dekan Fakultas Psikologi dan Ketua Magister Psikologi di Perguruan Tinggi Islam. Mereka hadir sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan psikologi islam.”Ini merupakan bukti nyata kerjasama yang bagus, sekelumpulan orang maju dan kreatif,” kata Choirul Anam.

Ketua API, Dr Subandi mengatakan pada 1990 pengembangan Psikologi Islam masih terbatas. Namun, pada 1994 perkembangan Psikologi Islam mulai ada peningkatan. Itu dibuktikan dengan berdirinya Asosiasi Psikologi Islam (API) dan Perguruan Tinggi Islam yang membuka jurusan Ilmu Psikologi. “Indonesia merupakan negara yang paling banyak mengembangkan psikologi islam diantara negara-negara yang lain,” terang.(mar)