Keberadaan rumah indekos di KotaDumai, Riau makin membuat was-was. Sebab, keberadaannya mulai disalahgunakan.

Kurangnya pengawasan membuat penghuni indekos bebas bertindak, termasuk bagi pasangan lain jenis yang mau tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo. Itu pula yang terjadi di sebuah rumah indekos di Jalan Sidorejo KecamatanDumaiSelatan.

Laman Riau Pos (Jawa Pos Group) mengabarkan, suasana di rumah indekos itu cukup sepi. Informasi yang beredar menyebut rumah indekos itu menjadi tempat kumpul kebo.

Bahkan, penghuni indekos bernama Desi mengakui soal itu. Cewek berparas menarik itu menuturkan, tempat tinggalnya memang bebas.

“Kalau di sini bebas, bang. Mau bawa cowok atau cewek tinggal satu kamar asal tidak ribut bisa, bang,” tutunya.

Menurutnya, pemilik indekos mematok harga setiap kamar Rp 1,4 juta per bulan. “Memang agak mahal, tapi fasilitas cukup lengkap,” tuturnya.

Selain itu, katanya, indekos tersebut juga aman dari razia. “Sepertinya belum ada razia bang,” sebutnya.

Dia lantas menunjukkan beberapa kamar. Beberapa di antaranya dihuni pekerja hiburan malam.

“Bebas aja di sini, bang. Jadi tenang aja kalau mau kos di sini,” sebutnya.

Sementara Kabid Perizinan DPMPTSP KotaDumaiSaid Effendi SE mengatakan, semestinya rumah indekos dilengkapi izin. Menurutnya, kini ada Peraturan Wali Kota (Perwako)DumaiNomor 24 Tahun 2017 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Hanya saja, katanya, Perwaku itu memang baru diberlakukan sehingga perlu disosialisaikan dahulu. Jika sudah ada sosialisasi Perwako tapi pemilik indekos membandel, maka PemkotDumaiakan melakukan tindakan tegas.

“Jadi jika sudah disosialisasikan maka akan ada tindakan yang bisa diambil terhadap rumah indekos yang tidak memiliki izin,” pungkasnya.(jpg/jpnn/ong)