Delapan Bulan setelah Diterapkan di DIJ

JOGJA – Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIJ bersama Bank BPD DIJ telah meluncurkan program e-Samsat Jogja. Kala itu peluncuran program inovasi itu dilakukan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di kantor Bank BPD DIJ Cabang Senopati, Jogja pada 22 Desember 2016.

Kini, delapan bulan setelah e-Samsat Jogja berjalan, layanan inovasi itu juga dikembangkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri melalui program samsat online nasional untuk pembayaran dan pengesahan tahunan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Untuk mewujudkan layanan yang cepat, murah, dan terpercaya itu ditandatangani nota kesepahaman antara pembina samsat tingkat nasional dengan pemerintah provinsi, bank pembangunan daerah (BPD), bank BUMN dan sejumlah bank swasta di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta kemarin (7/9).

Bank BPD DIY menjadi salah satu bank yang ikut menandatangani nota kesepahaman itu. “Bank BPD DIY dipercaya ikut menjadi bagian karena memiliki sistem dan infrastruktur yang memenuhi syarat,” ujar Direktur Utama Bank BPD DIY Bambang Setiawan usai acara.

Bambang menceritakan, tahun lalu bersama Pembina Samsat DIJ telah meluncurkan layanan samsat online yang diberi nama e-Samsat Jogja. Selain pembayaran PKB secara online melaui jaringan ATM Bank BPD DIY, lewat program e-Samsat Jogja, proses pengesahan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan pencetakan notice pajak atau surat keterangan pajak daerah (SKPD) dilakukan secara elektronik melaui sebuah mesin yang disebut e-Posti (elektronik perkakas paos Titihan) yang dapat dilakukan kapan pun.

“Di DIJ kami memiliki layanan e-Samsat Jogja yang siap diintegrasikan dengan layanan samsat online nasional, sehingga akan memberikan kemudahan dan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas” kata Bambang.

Program samsat online nasional sejalan dengan program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkatkan kualitas layanan publik dengan memanfaatkan sarana dan prasarana berbasis teknologi informasi.

Di sisi lain, samsat online nasional merupakan terobosan yang dikembangkan demi mempermudah masyarakat melakukan pembayaran (PKB) secara online dengan cakupan secara nasional. Contohnya seseorang yang sedang berada di Jogja dapat membayar PKB yang berada di Denpasar, Bali atau sebaliknya.

“Layanan online ini akan mengurangi kontak langsung dengan petugas sehingga dapat memangkas birokrasi, menghilangkan pungli, dan praktik percaloan,” jelas Bambang.

Layanan samsat online nasional tahap pertama diberlakukan di Samsat Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIJ, Jawa Timur dan Bali. Ke depan, program ini terus dikembangkan untuk samsat di seluruh Indonesia. (kus/yog/ong)