KARANGANYAR – Setelah menghadirkan 57 saksi dalam persidangaan dugaan pembunuhan tiga mahasiswa Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta, akhirnya sampai pada pembacaan tuntutan.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, kemarin (7/9), kedua terdakwa Anggaalias Waluyo dan MuhWahyudialias Yudi dituntut delapan tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Karanganyar.

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Karanganyar Tony Wibisono mengungkapkan, tuntutan yang dibacakan terhadap keduanya tersebut sesuai dengan pasal 351 ayat 1 dan 3 KUHP, Junto pasal 55 KUHP tentang tindakan kekerasan yang mengakibatkan luka berat atau meninggal dunia.

“Tuntutan kurungan penjara delapan tahun dikurangi masa tahanan,” kata Tony.

Hal yang memberatkan dalam tuntutan tersebut, menurutnya, kedua terdakwa terlalu berbelit saat memberikan keterangan. Termasuk saat memberikan kesaksian di hadapan ketua majelis hakim. Kedua terdakwa lebih banyak menyangkal saat dimintai penjelasan terkait dengan proses dugaan penganiayaan yang mengakibatkan tiga anggota Mapala UII meregang nyawa.

“Pertimbangan lain kedua terdakwa lebih banyak menyangkal, terkesan tidak menerangkan hal yang sebenarnya terjadi dalam kegiatan di sana (Tawangmangu),” jelasnya.

Sementara itu, ditanya terkait dengan proses terdakwa Mapala UII jilid II yang sudah dilimpahkan dari Polres ke Kejaksaan. Tony mengungkapkan, pekan depan proses pemeriksaan berkas perkara beserta tersangka baru Mapala UII jilid II akan dilimpahkan ke Pengadilan.

Sementara itu, terdakwa dan kuasa hukumnya akan membacakan pledoi pada sidang selanjutnya yang dijadwalkan Kamis pekan depan. (rud/ila/ong)