MUNGKID – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono menetapkan kawasan Candi Borobudur dalam status siaga satu sejak kemarin (7/9). Itu menyusul rencana aksi doa bersama untuk korban Rohingya oleh ratusan ormas muslim di Masjid An Nuur, Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid hari ini (8/9).

Kondisi tersebut ternyata tak membuat wisatawan yang berkunjung ke candi Buddha itu merasa khawatir. Meskipun sejak kemarin setiap pengunjung yang masuk area candi wajib melintasi pintu metal detector. Tas yang mereka bawa pun digeledah petugas. Selain itu, belasan polisi bersenjata lengkap tampak berjaga di sekitar pintu masuk candi. Prosedur keamanan tetap diterapkan kendati rencana aksi yang semula akan digelar di kawasan Candi Borobudur urung dilakukan lantaran tak mendapat izin dari kepolisian.

Condro Kirono memastikan Taman Wisata Candi Borobudur tetap beroperasi seperti hari biasa. Namun, setiap pengunjung wajib menjalani pemeriksaan secara personal. “Kami kerahkan 2.800 personel selama aksi berlangsung. Petugas bersiaga di sekitar Masjid An Nuur dan Candi Borobudur, serta perbatasan Jawa Tengah dan Jogjakarta,” papar jenderal polisi berbintang dua itu usai memimpin gelar pasukan di Lapangan Soepardi kemarin.

Penjagaan di area Candi Borobudur sendiri diterapkan secara berlapis. Ring satu fokus di candi, sedangkan ring dua Candi Mendut dan Masjid An Nuur.

Dari pantauan Radar Jogja, tak hanya wisatawan domestik yang memadati destinasi wisata warisan dunia itu sejak kemarin pagi. Wisatawan mancanegara pun hilir mudik di sekitar candi. “Saya tidak ragu datang ke sini (Candi Borobudur) karena pasti ada penjagaan. Tidak mungkin ada ancaman untuk pariwisata,” ujar France Bait, wisatawan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Wisatawan tak hanya mendaki puncak Borobudur. Sebagian memilih duduk-duduk di taman atau sekadar berswafoto dengan latar belakang candi. “Yakin saja pasti ada yang melindungi,” kata Yanti, wisatawan lainnya.

Direktur Teknik dan Infrastruktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Retno Hardiasiwi mengatajan, jelang aksi peduli korban Rohingya tak berpengaruh terhadap angka kunjungan wisata. Dalam sehari kemarin saja tak kurang empat ribu pengunjung memadati Candi Borobudur. “Tingkat kunjungan masih normal seperti hari-hari biasanya,” ujar dia.

Sementara Direktur Pemasaran dan Pelayanan Ricky SP Siahaan memastikan, adanya rencana aksi tersebut juga tak mempengaruhi agen-agen wisata. Menurut dia, hingga kemarin belum ada laporan dari agen yang membatalkan rencana kunjungan ke Borobudur.

Ricky menegaskan, Taman Wisata Candi Borobudur tetap buka seperti hari biasa pada Jumat ini.
Terpisah, koordinator aksi doa bersama bagi korban Rohingya Anang Imamuddin menyatakan, ribuan orang siap mengikuti kegiatan yang dijadwalkan usai salat Jumat. “Mereka datang tidak hanya dari Magelang. Sebagian asal Klaten, Solo, Semarang, Solo, Bogor, bahkan Jawa Barat,” ujarnya.

Selain doa bersama, peserta aksi juga menggalang dana untuk membantu para pengungsi Rohingya di berbagai negara.
Anang mengatakan, Masjid An Nuur sengaja dipilih sebagai lokasi doa bersama karena lokasinya berdekatan dengan Candi Borobudur. Dengan maksud supaya aksi mereka tersampaikan kepada dunia internasional. Itu mengingat Candi Borobudur merupakan salah satu warisan budaya yang diakui UNESCO. Anang menyebut, beberapa tokoh nasional siap turut dalam aksi tersebut. Di antaranya budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.(ady/ong)