BANTUL – Wakil DIJ di Liga Pelajar Usia 16 tahun, SSB Baturetno membuka peluang ke babak 16 besar putaran nasional LPU-16, kemarin (6/9). Itu setelah mereka membukukan dua kali kemenangan. Melawan wakil Sumatera Selatan SYSA, di Stadion Dwi Windu, anak asuh pelatih Wijaya itu menang tipis 1-0. Sebiji gol tim berseragam orange itu dicetak Ali Yamroni.Di pertandingan kedua, SSB Baturetno menang besar 4-0 dari wakil Riau.

Raihan enam poin itu cukup menjadi bekal di tabel klasemen. Di laga terakhir grup B, anak-anak Bantul ini akan menghadapi wakil Sulawesi Utara. Kans untuk masuk 16 bagi SSB Baturetno terbuka lebar, asalkan tidak kalah lebih dari dua gol di laga ini.
Rencananya babak 32 besar masih dimainkan sampai dengan hari ini. Selanjutnya akan diteruskan dengan sistem gugur hingga partai final Sabtu (9/9) di Stadion Gemilang, Magelang. Final digelar sebagai puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-34.

Kabid Olahraga Pendidikan Menengah Kemenpora Ari Mulyadi mengatakan, selain LPU-16, Kemenpora juga memutar kompetisi U-12, U-14 dan mahasiswa. Hal itu sebagai bagian dari program Kemenpora untuk percepatan sepakbola nasional. Yaitu dengan pembinaan sepakbola kelompok umur atau pelajar. “Tidak sekadar kompetisi, kami juga didampingi pemandu bakat untuk memantau bakat-bakat yang muncul dari kompetisi tersebut,” tuturnya.

Beberapa yang sebelumnya ditugasi menjadi pemandu bakat di antaranya mantan pemain timnas Ilham Jayakesuma, pelatih Widyantoro, Rudiyana dan Eri Abdullah. Dari kompetisi yang telah diputar sebelumnya, ada sekitar 10 pemain yang berasal dari LPU-16 yang saat ini berada dalam skuad Timnas U-16 asuhan Fachri Husaini. “Salah satunya kiper M Agil dan M Rafli di U-19,” tuturnya.

Koordinator teknis kompetisi M. Kusnaeni mengatakan, pihaknya juga menjalin komunikasi tidak hanya dengan Fachri namun juga pelatih timnas U-19 Indra Sjafri. Hal itu agar dari kompetisi tersebut bisa melahirkan output yang bisa bermanfaat bagi tim nasional usia muda. Tak hanya itu, juara dari tiap kompetisi diberikan reward untuk mengikuti turnamen di level internasional. “Selain reward, juga untuk mengukur kemampuan mereka dan mengasah mental dengan melawan pemain di luar negeri,” papar pria yang disapa Bung Kus tersebut. (riz/din/ong)