RADARJOGJA.CO.ID – Memilih menjadi wanita karir merupakan sebuah pilihan. Namun, bagi kaum hawa yang memiliki peran ganda, sebagai wanita karir dan telah bersuami serta telah memunyai anak sudah selayaknya dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Yakni, tidak melupakan tugasnya sebagai seorang isteri dan ibu bagi anak-anaknya seperti yang dialami Sinta Maharani S.Sos.

Selain sebagai seorang isteri dan ibu dari tiga putera, Sinta memiliki kesibukan sebagai humas di Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta. Sinta menerangkan, rutinitas hariannya sangat padat. Setiap pagi, sesaat setelah bangun tidur perempuan dua anak ini langsung mengambil air wudhu dilanjutkan salat subuh. Selesai salat kesibukan dimulai dari ruangan dapur.

Ya, setiap pagi Sinta mengaku tak pernah lupa memasak untuk sarapan suami Indra Lesmana dan dua anak kembarnya yang berusia 3,5 tahun. Belum lagi mengurus anak balitanya baru baru berusia 15 bulan yaitu Muhammad Nizam Abhinaya.

“Selesai solat langsung ke dapur, buat teh untuk suami sekalian masak untuk sarapan,” kata ibu dari anak kembar yaitu Muhammad Zhafran Ataallah dan Muhammad Abyan Ataallah ini.

Karena anak ragilnya masih balita, Sinta pun kerap tak bisa tidur nyenyak dimalam hari. Ia kerap bangun demi sang buah hati. “Ya kadang suami ikut bangun,” jelasnya.

Sebelum berangkat ke kantor, ia harus menyiapkan segala keperluan untuk dua putra kembarnya yang kini sudah duduk dibangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Sebelum berangkat ke kantor ya nyiapin baju anak-anak. Yang ragil saya titipkan di Day Care Unisa, lokasinya kebetulan ada di kampus,” singkatnya.

Kesibukan di kantor tak kalah padat. Maklum, pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya tentu tak kalah banyak dari tugas seorang isteri dan ibu. Ia harus mengurus segala pekerjaan kehumasan, baik yang berhubungan dengan internal kampus maupun dengan eksternal.

“Saya nikmati saja kesibukan ini. Toh, pekerjaan di kampus juga ada teman yang bantu. Tapi, sesibuk apapun yang menjadi prioritas tetap anak-anak,” paparnya.

Untuk mengurangi kepenatan pekerjaan rumah dan kampus yang menumpuk, Sinta tak lupa untuk berlibur. Hampir setiap akhir pekan dan libur panjang, Sinta selalu menyempatkan diri untuk berlibur bersama keluarganya. “Kalau sibuk kerjaan terus, nanti kasihan suami dan anak-anak. Ya, sesekali pergi keluar rumah biar tidak jenuh,” pintanya. (mar/laz)