RADARJOGJA.CO.ID – Status kota pelajar yang disematkan kepada Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta cukup beralasan. Di kota ini ada ratusan perguruan tinggi dan masing-masing memunyai program studi (Prodi) unggulan. Salah satunya adalah Universitas Islam Indonesia (UII).

Perguruan tinggi yang berada di Jalan Kaliurang KM 14,5 Desa Umbulmartani, Ngemplak, Sleman ini memiliki lima prodi unggulan yang diminati masyarakat. Yakni, Jurusan Kedokteran, Farmasi, Hukum, Manajemen, dan Akuntansi.

“Ada tiga jurusan yang menjadi favorit yaitu Kedokteran, Farmasi dan Hukum,” kata Direktur Akademik UII, Arief Rahman kepada Radar Jogja kemarin.

Yang menjadi ukuran prodi itu masuk sebagai program unggulan tentu tak bisa dilepaskan dari minta masyarakat. Setiap tahun, pendaftar yang ingin masuk ke tiga jurusan itu mencapai ribuan orang. Padahal, kuotanya hanya ratusan saja.

“Tahun ini jumlah pendaftar di UII mencapai 24 ribu orang. Padahal, kuota mahasiswa baru hanya 4.600 orang,” terang Arief.

Dua tahun terakhir UII memang sengaja mengurangi kuota mahasiswa baru. Hal ini dilakukan karena rasionalisasi. Pengurangan itu disesuaikan dengan jumlah tenaga pengajar/dosen, sarana pra sarana seperti ruang perkuliahan dan laboratorium.

“Kalau tidak dirasionalisasi, nanti akan berdampak pada yang lain. Pengurangan ini dilakukan juga karena masih ada mahasiswa semester lama yang belum lulus,” ungkapnya.

Dari mana saja asal mahasiswa? Arief menjelaskan, mahasiswa yang studi di UII paling banyak berasal di wilayah Jogjakarta dan Jawa Tengah. Kemudian disusul dari Jawa Barat, Kalimantan Timur, Pekan Baru, dan Sumatera.

“Asal mahasiswa dari semua provinsi di Indonesia ada. Tapi, yang paling banyak dari provinsi DIJ, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” terangnya. (mar/laz)