GUNUNGKIDUL – Upaya Gunungkidul mempromosikan wisata juga dilakukan melalui Dimas Diajeng 2017. Diharapkan acara tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan wisata Gunungkidul.

Pemilihan dimas diajeng dimulai sejak 1 Mei hingga 30 Juni dan meloloskan 100 peserta. Setelah diseleksi menyisakan 30 finalis. Selanjutnya akan dikarantina dan grand final di Gedung Serbaguna Siyono, Logandeng, Playen 16 September.

“Jadi seluruh peserta yang merupakan putra putri asli daerah. Tidak ada yang berasal dari luar,” kata Kepala Seksi Promosi dan Informasi, Dinas Pariwisata Purnomo Sumardamto, kemarin (5/9).

Dijelaskan, saat karantina bakal berlangsung seleksi untuk memilih lima pasangan yang berhak maju ke babak grand final untuk menjadi Dimas Diajeng Gunungkidul 2017.

“Seleksi dimas diajeng tidak hanya menyangkut masalah kompetisi menjadi duta pariwisata Gunungkidul. Ada pembinaan pembekalan hingga promosi penganan tradisional bertajuk Secamut Sehati,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Saryanto mengatakan pemenang Dimas Diajeng 2017 mewakili Gunungkidul maju tingkat provinsi.

“Harapan kami Dimas Diajeng 2017 tidak hanya sekadar agenda rutin dua tahunan. Diharapkan dapat menjadi representasi pemuda-pemudi terbaik yang inspiratif, cerdas, dan berbudaya,” kata Saryanto.

Anggota paguyuban Dimas Diajeng Gunungkidul Willa Lutfi Kholbiyulhusna mengatakan selain menjadi ujung tombak promosi pariwisata, anggota diharap berperan dalam menjaga kebudayaan daerah. Ikut kegiatan sosial, dan pendidikan.

“Dalam proses pemilihan, salah satu upaya untuk mewujudkan menjaga kebudayaan ini adalah diberi pembekalan mengenai busana Jawa. Finalis telah melaksanakan field program berupa talk show mengangkat kuliner khas,” kata Willa. (gun/iwa/ong)