Selamatkan Habitat Kera Ekor Panjang

JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X kedatangan tamu istimewa kemarin (5/8). Mereka adalah anggota dan pengurus Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabu). Turut hadir penyanyi senior yang juga artis multitalenta Titiek Puspa. Perempuan yang genap berusia 80 tahun pada 1 November ini merupakan ambassador Koprabu.
Koprabu merupakan koperasi primer yang beranggotakan pemilik lahan dan petani pengolah lahan terlantar atau tidak produktif.

Kehadiran mereka di kompleks Kepatihan bermaksud menyampaikan rencana besar berupa aksi penanaman 250 ribu pohon secara serentak pada Desember mendatang. Adapun lokasi yang dipilih adalah Desa Bedoyo dan Karangasem, Ponjong, Gunungkidul.

Aksi yang melibatkan 10 ribu petani itu sekaligus untuk memecahkan rekor dunia penanaman pohon hanya selama satu jam. Jenis pohon yang dipilih di antaranya, akasia, kalindra, dan jambu monyet. Saat ini area yang menjadi lokasi penanaman pohon sedang dibuat saluran dan tandon air untuk perawatan tanaman dalam jangka panjang.

“Luas lahannya sekitar 50 hektare,” kata Ketua Koprabu Yohanes Cianes usai beraudiensi dengan HB X di Gedhong Wilis.
Dalam kesempatan itu gubernur menyarankan Koprabu juga menanam pohon jati. Mengingat Gunungkidul merupakan daerah kering.

Menanam pohon digencarkan bukan sekadar untuk menjaga produksi oksigen. Tapi juga untuk menyeimbangkan ekosistem dan menjaga keberlangsungan habitatnya. Lebih dari itu, bisa membawa dampak positif bagi masyarakat setempat.

Lebih lanjut Yohanes mengatakan, aksi pemecahan rekor di Gunungkidul merupakan kali kedua. Sebelumnya mereka menggagas kegiatan serupa di Tuban, Jawa Timur. Dipilihnya Gunungkidul juga bukan tanpa alasan. Daerah paling timur DIJ itu dikenal dengan lahannya yang gersang, sehingga butuh simpanan air ketika musim kemarau.

Nah, ke-250 pohon yang akan ditanam tersebut diharapkan bisa menjadi tempat penyimpan cadangan air di Bumi Handayani. Sedangkan pohon jambu untuk menjaga habitat kera ekor panjang yang ada di kawasan tersebut. Dengan banyaknya cadangan makanan, hewan primata tersebut tidak sampai merusak tanaman petani atau menggangu permukiman penduduk.

Kegiatan tanam pohon sekaligus dalam rangka menyukseskan program Presiden Joko Widodo yang berharap setiap warga Indonesia menanam minimal 25 pohon selama hidupnya.

“Yang jelas, rekor dunia bukan tujuan utama. Lebih dari itu guna memberikan dampak positif bagi lingkungan hidup. Supaya wilayah tanam itu bisa menjadi paru-paru penghasil oksigen bagi masyarakat,” papar Titiek Puspa.

Meski Gunungkidul yang dipilih sebagai lokasi penanaman pohon, pelantun lagu Kupu-Kupu Mala mini mengajak seluruh masyarakat perkotaan turut ambil bagian. “Bagi kami, pohon bisa tumbuh subur di Gunungkidul itu sebuah anugerah,” ungkap koordinator aksi tanam 250 pohon Basuki Rahim.(dya/yog/ong)