KULONPROGO – Satuan Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polres Kulonprogo membongkar kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di luar wilayah hukum Kulonprogo. Petugas mengamankan delapan pelaku beserta barang bukti dari empat tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifa’i mengatakan TKP I petugas mengamankan tersangka Windu, 28, di Sidoagung, Godean, Sleman (9/8). Petugas mengamankan 13 butir pil Riklona Clonazepam dan 10 butir pil Merzi Alprazolam.TKP II petugas mengamankan Tian, 23, warga Jotawang, Bangunharjo, Sewon, Bantul. Penangkapan dilakukan Rabu (13/8) pukul 22.45 di Ngestiharjo, Bantul. Petugas mengamankan 10 butir pil Alganax dan sebutir Alprazolam, HP, STNK dan sepeda motor.

“Kedua tersangan psikotropika ini dijerat dengan UU No 5/1997 Pasal 62 tentang Psikotripika dengan ancaman hukumam 5 tahun denda maksimal Rp 100 juta,” jelas AKBP Irfan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Kulonprogo, AKP Ika Shanti Prihandini saat gelar perkara di Mapolres Kulonprogo, kemarin (4/9).

Pada TKP III petugas mengamankan empat tersangka (16/8) yakni Iteng, 18; Anggi, 23, warga Pringgokusuman, Gedongtengen, Jogja. Kemudian menangkap Igun, 34, warga Jetis, Tirtomartani, Sleman dan Warisul, 29, warga Mulyodadi, Majenang, Cilacap.

Di TKP IV petugas mengamankan dua tersangka Fla, 15 dan FC, 16, atas kepemilikan dua pil Riklona dan 20 butir pil Merzi Clonazepam di depan SMPN 14 Jogja Bumijo, Jogja.

Kasat Resnarkoba Polres Kulonprogo AKP Ika Shanti Prihandini mengatakan untuk barang bukti Shabu saat ini masih dilakukan uji lab. Sementara tersangka Igun yang didapati barang bukti 0,11 gram shabu merupakan residivis.

“Pada kasus sebelumnya, Igun pernah diproses di Polres Bantul dalam kasus pemakaian ganja dan sekarang naik kelas menjadi pemakai shabu. Tersangka Warisul, juga sama naik kelas, sebelumnya ia juga terjerat kasus psikotropika golongan IV dan kini tertangkap tangan memakai Shabu,” katanya. (tom/ong)