SLEMAN – Yuski Firdaus (YS), 27, dan Ramiz Naufal (RZ), 21, hanya bisa tertunduk ketika aparat Polres Sleman menggelandang keduanya keluar dari ruang tahanan Mapolres Sleman, kemarin (4/9).

Kakak beradik asal Sumenep, Jawa Timur ini ditangkap aparat kepolisian atas perbuatan melawan petugas. Peristiwa penangkapan tersebut bermula saat petugas piket Reserse Kriminal Polsek Gamping melakukan razia keamanan di malam hari. Ketika itu, aparat melihat, mobil berjenis Honda Jazz melanggar lampu merah di mana salah seorang penumpang yang ada di dalam memamerkan sebilah pedang.

Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria menyebut, saat itu ada empat aparat yang melakukan pengejaran. Di dalam mobil tersebut, terdapat lima orang pemuda dalam kondisi mabuk, sepulang dari tempat hiburan malam pada Sabtu dini hari (2/9).
Petugas, jelasnya, sudah memeberikan peringatan kepada pengemudi dan penumpang yang ada di dalam mobil untuk berhenti. Namun, peringatan dari aparat tidak diharaukan, mobil tersebut tetap melaju hingga ke kediaman para tersangka.

Aparat pun melakukan pengejaran hingga kediaman pelaku di Modinan, Banyuraden, Gamping. “Saat didatangi di kediamannya, dua orang YS dan RZ malah menantang polisi dengan mengacungkan pedang beserta celurit,” jelas Burkan dalam keterangannya di Mapolres Sleman.

Begitu keluar dari rumah, tanpababibukedua pelaku langsung menyerang petugas yang ada di lokasi. Dua orang petugas Briptu Rico Andrean dan Bripka Dian Purwanto mengalami luka sabetan di bagian punggung dan jari. Beruntung, lukayang dialami dua petugas dari Banit Reskrim Polsek Gampik tidak begitu parah.

Sementara dua pemuda yang melakukan perlawanan berhasil dilumpuhkan oleh sejumlah aparat yang mendatangi tempat kejadian perkara. Sementara ketiga orang yang bersama para pelaku saat di dalam mobil melarikan diri menghindari petugas.

“Mereka melakukan perlawanan terhadap petugas karena di bawah pengaruh alkohol,” jelas pamen dengan dua melati di pundak.

Dia mengungkapkan, aksi penyerangan petugas tersebut tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme. Peristiwa kriminalitas tersebut murni dilakukan karena para pelaku dalam kondisi tidak sadar sepulang dari tempat hiburan malam di wilayah Jogja.
“Imbauan kami dari kepolisian bila dalam kondisi mabuk jangan berkendara,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman Roni Are Setya menambahkan dari tangan pelaku petugas menyita barang bukti berupa sebilah celurit sepanjang 50 sentimeter beserta pedang kayu dengan panjang hampir 1 meter.

Selain itu, aparat kepolisian juga menahan Honda Jazz berwarna abu-abu metalik dengan nomor polisi B 8454 VP yang dikendarai oleh pelaku. Sementara kedua tersangka hanya bergeming saat kamera menyorot wajah tersangka yang tertutup sebo. Selanjutnya aparat menggiring keduanya untuk kembali ke sel tahan Mapolres Sleman. Akibat perbuatan melawan petugas, keduanya terancam dikenakan hukuman 5 tahun penjara, sesuai dengan pasal 351 ayat 1. (bhn/ila/ong)